: WIB    —   
indikator  I  

Performa pasar obligasi tertekan sentimen global

Performa pasar obligasi tertekan sentimen global

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sentimen global picu penurunan performa dan harga pasar obligasi. Pekan pertama kuartal empat 2017, kinerja negatif mewarnai indeks total return pasar obligasi domestik secara komposit.

Analis Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) Nicodimus Anggi Kristiantoro mengatakan, negatifnya kinerja pasar SBN dipicu oleh antisipasi risiko pasar terhadap beragam sentimen dari global. Di antaranya rencana Federal Reserve yang secara bertahap akan melepas surat-surat berharga pemerintah AS di bulan ini. Selanjutnya, ekspektasi realisasi lebih lanjut mengenai kebijakan reformasi pajak oleh Presiden AS Donald Trump.

Terakhir, penguatan indikator ekonomi AS. "Berbagai sentimen tersebut telah memicu penguatan dollar AS dan berdampak pada tergerusnya nilai rupiah," kata Nico dalam riset, Senin (9/10).

Nampaknya faktor inflasi September yang terkendali di level 3,72% yoy dan cadangan devisa Indonesia yang melanjutkan rekor tertingginya ke level US$129,4 miliar tidak dapat menahan tekanan yang datang dari global.

Seiring banyaknya tekanan dari global, harga seri SBN kelompok seri FR dan ORI juga terkena imbasnya. Nico mencatat, dari 43 seri, hanya harga seri FR0062 yang sanggup menguat, sedangkan sisanya kompak melemah dengan kisaran turun 2,07 basis poin (bps), week on week (wow) hingga turun 177,08bps wow.

Dari sisi benchmark, penurunan harga terendah dicatatkan seri FR0061 sebesar 51,04bps wow dan penurunan harga terdalam dicatatkan FR0074 sebesar 158,81bps wow. "Penurunan harga-harga SBN khususnya benchmark memicu peningkatan imbal hasil seluruh tenor obligasi negara," kata Nico.

Selain sentimen global, sepekan kemarin net sell asing juga turut menekan kinerja return dan harga pasar obligasi. Investor asing di pasar SBN berlanjut catatkan net sell selama dua pekan berturut-turut.

Sepekan kemarin Nico mencatat asing net sell hingga Rp 11,49 triliun dari posisi Rp819,37 triliun menjadi posisi Rp 807,88 triliun. Dengan demikian porsi asing juga menurun dari 40,03% menjadi 39,20%.


Reporter Danielisa Putriadita
Editor Wahyu Rahmawati

OBLIGASI

Feedback   ↑ x