: WIB    --   
indikator  I  

Perak mulai beranjak naik

Perak mulai beranjak naik

JAKARTA. Penurunan harga perak tertahan dengan catatan produksi Peru, produsen perak terbesar global yang mengempis. Hanya saja beban koreksi juga masih besar mengingat saat ini pasar sedang melepas aset safe haven pasca ketegangan geopolitik sedikit mereda.

Mengutip Bloomberg, Kamis (20/4) pukul 17.17 WIB harga perak kontrak pengiriman Mei 2017 di Commodity Exchange tergelincir 0,05% ke level US$ 18,15 per ons troi dibanding hari sebelumnya. Sejalan dengan penurunan signifikan dalam sepekan terakhir sebesar 1,94%.

Andri Hardianto, Research and Analyst PT Asia Tradepoint Futures menuturkan beban bagi perak datang setelah posisi USD yang perlahan mulai stabil. Ini menyusul sedikit meredanya ketegangan politik AS dan penantian pasar akan rilis data ekonomi lanjutan dari Negeri Paman Sam.

Belum lagi bursa keuangan di AS turut membaik, efeknya wajar terjadi pelepasan aset safe haven seperti perak dan beralihnya pelaku pasar pada aset berisiko.

“Data manufaktur dan industri global saat ini pun sangat beragam, di satu sisi data China memuaskan pasar namun data Eropa dinilai masih akan memburuk,” kata Andri.

Imbasnya, perak yang banyak digunakan untuk sektor industri pun mengalami tekanan. Apalagi saat ini pasar sedang menanti rilis data manufaktur Eropa yang diduga melambat dari bulan sebelumnya pada Jumat (21/4).

Tarik menarik sentimen sedang terjadi dan mempengaruhi pergerakan perak saat ini. “Maka wajar penurunan pun terbatas karena waktu dekat ada peluang harga perak naik lagi,” tebak Andri.

Kesempatan ini datang dari laporan produksi perak di Peru Februari 2017 yang turun sebesar 12% menjadi 323,1 ton atau lebih rendah dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Laporan ini memberikan suntikan tenaga bagi perak apalagi wajah kondisi geopolitik global saat ini masih cukup memanas. Terdekat, pada akhir minggu ini akan berlangsung pemilu presiden di Prancis.

Mendekati pemilu berlangsung tentunya pelaku pasar akan mencari aman dan cenderung beralih ke perak. “Kans harga perak naik masih terbuka walau rentannya terbatas,” duga Andri.

Dukungan akan semakin besar jika harga emas pun berhasil mendulang kenaikan. Meski bukan berarti langkah perak akan mulus mengingat bisa saja aksi profit taking masih membayangi pergerakan dan bisa menyebabkan harga lanjut koreksi.


Reporter Namira Daufina
Editor Yudho Winarto

PERAK

Feedback   ↑ x
Close [X]