: WIB    —   
indikator  I  

Pasca ujicoba nuklir Korut, bursa Asia mixed

Pasca ujicoba nuklir Korut, bursa Asia mixed

TOKYO. Pasar saham Asia diperdagangkan mixed pada transaksi awal pekan ini (13/2). Data yang dihimpun CNBC pada pukul 08.23 Tokyo, indeks ASX 200 Australia naik 0,48%. Kenaikan indeks Australia didukung oleh sektor energi yang pagi ini naik 1,49% dan sektor bahan baku yang naik 2,18%.

Sementara, indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0,4%. Kenaikan indeks terjadi setelah data yang dirilis pemerintah menunjukkan perekonomian Jepang tumbuh sebesar 0,1% pada kuartal empat. Pertumbuhan tersebut disokong oleh tingkat ekspor yang solid dan modal kerja yang meningkat. Kendati demikian, tingkat PDB awal ini lebih rendah dibanding hasil polling Reutes yang mengestimasi pertumbuhan 1,1%

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menggelar pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump pada akhir pekan lalu. Pertemuan ini disebut-sebut berlangsung cukup lancar.

Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan turun 0,07% seiring adanya kericuhan tes ujicoba balistik rudal Korea Utara pada Minggu (12/2) pagi.

Sekadar informasi, Korea Utara menembakkan rudal ke laut pada Minggu pagi. Ini merupakan aksi pertama sejak Presiden AS Trump terpilih sebagai presiden. Ini juga akan menjadi tantangan pertama bagi Trump dalam menyikapi aksi Korut.

Menteri Keuangan Korea Selatan mengatakan pihaknya akan segera melakukan aksi jika pasar finansial menunjukkan volatilitas akibat peluncuran rudal balistik Korut.

Saham Samsung ELectronics turun 1,09% dalam 15 menit pertama transaksi perdagangan. Sedangkan Samsung Engineering turun 0,79% dan Samsung C&T turun 1,96%.

Sementara itu, indeks dollar diperdagangkan di posisi 100,83. Yen Jepang juga melemah terhadap dollar AS di posisi 113,63. Adapun dollar Australia ditransaksikan di posisi US$ 0,7658.


SUMBER : CNBC
Editor Barratut Taqiyyah

BURSA ASIA

Feedback   ↑ x
Close [X]