kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.316
  • LQ451.100,19   1,30   0.12%
  • SUN106,45 -0,03%
  • EMAS588.852 0,00%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Pasar saham mengubah kehidupan mantan sopir taksi

Rabu, 03 Januari 2018 / 17:41 WIB

Pasar saham mengubah kehidupan mantan sopir taksi

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers terkait dengan Perkembangan Ekonomi Makro dan Realisasi APBN-Perubahan Tahun Anggaran 2017 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (2/1). Sri Mulyani Indrawati menyebutkan, realisasi penerimaan perpajakan untuk 2017 telah mencapai 91,0 persen atau Rp 1.339,8 triliun dari APBN-P, menjadi yang tertinggi dibandingkan dengan realisasi pada dua tahun sebelumnya yang berada di kisaran 83 persen. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/18

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Risiko selalu menjadi bagian dalam berinvestasi. Risiko tersebut tengah menghampiri Aab Abdullah, mantan sopir taksi yang kehidupan finansialnya berubah berkat pasar modal.

"Sepanjang 2017 belum banyak untung," ujarnya kepada KONTAN belum lama ini.

Salah satu pemicunya lantaran Aab masuk ke saham PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS). Dia belum bersedia membeberkan berapa nilai kerugiannya secara keseluruhan.

Tapi, Aab masuk ke saham BEKS saat harganya masih di level Rp 60 per saham. Hingga hari ini, Rabu (3/1), saham BEKS masih bersender pada level Rp 50 per saham.

Meski demikian, Aab belum berencana untuk melakukan cut loss. Dia masih akan setia menunggu harga saham BEKS kembali naik. Sebab, dia masih melihat masih ada potensi besar dari fundamental BEKS.

BEKS merupakan saham bank daerah milik Pemerintah Provinsi Banten. Andai BEKS memperoleh perhatian lebih dari pemerintah, ditambah besarnya aset Provinsi Banten, sangat memungkinkan bagi BEKS untuk menjadi salah satu bank terkemuka atau bahkan bank besar.

"Banten dekat dengan ibu kota, asetnya juga melimpah ruah. Jadi, kalau bukan saya yang investasi di BEKS, siapa lagi," jelas Aab.

Aab tidak menyesal dengan pengalamannya itu. Sedari awal, dia paham risiko apa yang bakal dihadapi saat berinvestasi. Seperti yang sering Aab sebutkan, risiko ada di mana-mana. Tinggal bagaimana kita selaku investor untuk pintar-pintar meminimalisir risiko tersebut.

Pelajaran ini juga telah dia dapatkan sejak lama. November 2015, jadi langkah awal Aab mengenal dunia bursa saham.

"Kalau hijau jual, kalau merah tahan". Kalimat itu jadi panduan Aab untuk meraup pundi-pundi rupiah di lantai bursa. Kalimat itu juga yang membuat Aab dari hanya bermodalkan Rp 3 juta, portofolionya saat ini jadi sekitar Rp 180 juta.

Panduan lain yang juga selalu jadi pegangan Aab, jangan masukan satu portofolio ke dalam keranjang yang sama. Untuk itu, Aab mulai tahun ini akan melirik saham lain selain menyimpan sisanya di saham BEKS. "Saya berencana masuk ke saham ASII," pungkas Aab. 


Reporter Dityasa H Forddanta
Editor : Yudho Winarto

BURSA EFEK / BURSA SAHAM

Berita terbaru Investasi

TERBARU
MARKET
IHSG
18,23
6.490,90
0.28%
 
US/IDR
13.331
-0,25
 
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Slipi - Jakarta
26 February 2018 - 27 February 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy