INVESTASI
Berita
Nasabah GTIS saling curhat di dunia maya

KISRUH GOLDEN TRADERS INDONESIA

Nasabah GTIS saling curhat di dunia maya


Telah dibaca sebanyak 5345 kali
Nasabah GTIS saling curhat di dunia maya

 

 

 

JAKARTA. Keresahan nasabah PT Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS) semakin memuncak. Kabar buronnya pemilik GTIS, Michael Ong, membuat para investor emas yang menitipkan duitnya di perusahaan itu, panas dingin. Pantauan KONTAN di beberapa situs komunitas para nasabah GTIS, aura kepanikan itu sungguh kuat. Halaman penggemar alias fan page Golden Traders Indonesia di Facebook misalnya, riuh oleh sahutan para nasabahnya yang saling mempertanyakan nasib investasi mereka di GTIS. Nasabah semakin panik karena isi laman fan page itu kini justru bergambar mobil-mobil sport. Bukan tentang kegiatan GTIS seperti sebelum-sebelumnya.

Demikian juga di Kaskus.Di situs besar itu, berbagai spekulasi merebak. Salah satu kaskuser dengan nama espulso82 membagi informasi berupa pengumuman alias maklumat terbaru dari manajemen GTIS yang dirilis hari ini (28/2). Maklumat itu berisi pernyataan dari KH. Aziddin, SE, Msc, Dewan Penasihat dan Pengawas PT Golden Traders Indonesia Syariah.

Aziddin, dalam maklumat itu menyatakan, bahwa PT Golden Traders Indonesia Syariah akan tetap berjalan sesuai mekanisme perusahaan. "Kepada setiap staf, karyawan, dan agen supaya dapat melaksanakan tugasnya seperti biasa, karena GTIS tetap dalam pengawasan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Mengenai hal-hal yang perlu mendapatkan penjelasan lebih lanjut, kami siap GTIS siap memberikan penjelasan mengenai perkembangan GTIS. Kami merupakan satu-satunya perusahaan yang menjalankan bisnis perdagangan emas secara syariah," kata Aziddin.

Sebelumnya, bahkan muncul spekulasi bahwa MUI akan mengambil alih GTIS. Namun, kebanyakan seorang nasabah mengaku sangsi dengan kabar itu. "Jika memang serius mohon diberitakan lewat media secara resmi," tulis kaskuser dengan username khaory.

KONTAN mencoba menghubungi manajemen GTIS untuk mengonfirmasi kesahihan maklumat itu, namun nomer telepon seluler Jafrianto Wiza, Marketing Executive Senior GTIS tidak bisa dijangkau. KONTAN juga berupaya menghubungi Sekjen MUI KH. Ichwan Syam, untuk dikonfirmasi tentang keterlibatan MUI dengan GTIS yang skema investasinya ditengarai bodong itu. Sayang sekali, nomer telepon seluler Ichwan Syam tidak aktif.

Editor: Ruisa Khoiriyah
Telah dibaca sebanyak 5345 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Risiko berbeda, premi tiap daerah seharusnya berbeda juga

    +

    Dalam uji coba pertama, Jasindo mengkover 600 hektare (ha) lahan dengan biaya premi Rp 100 juta.

    Baca lebih detail..

  • Agar sukses, perlu insentif bagi penyuluh lapangan

    +

    Program asuransi pertanian menjadi salah satu upaya pemerintah untuk melindungi petani dari efek perubahan iklim. Hanya saja masih banyak kekurangan yang ditemui, seperti kurangnya sosialisasi dan tidak adanya insentif bagi penyuluh pertanian lapa

    Baca lebih detail..