Reporter: Dupla Kartini, Bloomberg | Editor: Dupla Kartini
NEW YORK. Data manufaktur AS menyulut laju harga minyak mentah. Harga emas hitam ini melesat ke level tertinggi dalam satu bulan terakhir, setelah manufaktur AS bertumbuh di laju tercepat dalam 10 bulan.
Kontrak minyak WTI untuk pengiriman Juni di New York Mercantile Exchange melaju 1,2% ke posisi US$ 106,09 per barel pada pukul 10.59. Sebelumnya, minyak sempat menyentuh US$ 106,32 per barel, level trading harian tertinggi sejak 28 Maret lalu.
Sementara, minyak Brent untuk pengantaran Juni juga naik 0,35 ke posisi US$ 119,80 per barel di bursa ICE Futures Europe.
Institute for Supply Management (ISM) baru saja merilis data indeks manufaktur per April yang melesat ke level 54,8, dibanding bulan sebelumnya di 53,4. Itu laju tercepat dalam 10 bulan terakhir. Angka yang dirilis itu juga melebihi prediksi analis yang sebelumnya menduga di kisaran 53.
Sebelumnya, harga minyak sempat anjlok 4% sejak 1 Maret lalu. Itu terjadi lantaran berkurangnya ketegangan antara Iran dan negara Barat.
"Reaksi terhadap data ISM menunjukkan pasar jauh lebih terfokus pada keadaan ekonomi dibanding situasi di Iran," kata David Greely, kepala riset energi di Goldman Sachs Group Inc., di New York.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













