: WIB    —   
indikator  I  

Meski mahal, manfaat yang diterima sepadan

Meski mahal, manfaat yang diterima sepadan

JAKARTA. Pada ajang Indonesia Financial Expo & Forum (IFEF 2012), digelar workshop dan seminar dengan mengangkat banyak tema mengenai investasi. Seluruh seminar yang digelar menarik minat banyak pengunjung. Padahal, untuk mengikuti seminar ini, pengunjung ditarik biaya yang tidak sedikit.

Salah satunya adalah seminar income pentagon yang menjelaskan mengenai strategi kolaborasi antara bisnis dan investasi sehingga bisa tercipta kebebasan finansial.

Hal ini penting bagi pengusaha yang sangat rentan terhadap risiko finansial. Pengusaha yang cerdas adalah yang cerdas finansial, mampu mengakselerasi bisnisnya sekaligus mengamankan diri dari risiko yang tak terduga.

Seperti Amel yang selama ini sudah menginvestasikan dana milikinya di sektor properti, reksadana, dan saham. Walaupun sudah lama menggeluti bisnis ini, Amel yang mengaku tahu mengenai seminar ini dari seorang rekannya, mengaku tertarik untuk ikut dalam seminar ini meski harus merogoh kocek seharga Rp 1,050 juta.

"Saya ikut seminar ini supaya jadi lebih tahu mengenai produk-produk tersebut," katanya. Lebih lanjut Amel mengaku jika saat ini dirinya lebih menyukai berinvestasi di sektor properti. "Harganya bagus. Dan punya saya (properti) ada di daerah penopang Jakarta, jadi bagus terus," lanjutnya.

Hal yang sama pun diungkapkan Wiwik. Wanita yang selama ini menginvestasikan dananya untuk produk yang memiliki fisik seperi properti dan emas ini mengaku tertarik mengikuti seminar ini karena ingin belajar lebih lanjut tentang pengelolaan aset usaha.

"Saya datang ke seminar ini memang dadakan tapi setelah melihat temanya memang menarik," ungkapnya. Wiwik mengaku tidak tertarik untuk menginvestasikan dananya pada produk future. "Dulu pernah masuk ke future dan ternyata rugi. Jadi saya tidak tertarik lagi. Mendingan ke yang fisik seperti properti dan emas," tambahnya.

Namun keduanya sama-sama mengungkapkan besaran dana yang dikeluarkan untuk masuk ikut serta dalam seminar ini. "Sepadan kok harganya. Terlebih pesertanya dibatasi sehingga seminarnya jadi lebih interaktif," ungkap keduanya.


Reporter Anna Suci Perwitasari
Editor Barratut Taqiyyah

SEMINAR IFEF

Feedback   ↑ x