: WIB    —   
indikator  I  

Menimbang prospek BBKP yang masih murah

Menimbang prospek BBKP yang masih murah

JAKARTA. Memasukki tahun 2017, harga saham PT Bank Bukopin Tbk cenderung menurun. Mengutip Bloomberg, di penghujung tahun 2016, harga saham BBKP ini masih ada di level Rp 640 per saham.

Namun begitu, pergerakan saham tersebut menunjukkan downtrend sejak awal 2017 hingga pertengahan Maret 2017.

Adapun emiten berkode saham BBKP ini mencatatkan harga terendah di level Rp 600 pada kurun waktu tersebut. Bagaimana prospek BBKP ke depan?

Jika ditarik ke belakang, harga saham BBKP sempat menyentuh level tertinggi yakni mencapai Rp 735 per saham. Namun, harga saham BBKP pada penutupan perdagangan Senin (20/3) tercatat di level Rp 625 per saham.

Adapun price book value ratio (PBVR) saham BBKP hanya 0,61 kali, sementara price earning ratio (PER) tercatat 4,84 kali.

Jika mengutip laporan posisi keuangan bulanan BBKP yang belum diaudit per Desember 2016, perusahaan yang berdiri sejak tanggal 10 Juli 1970 ini berhasil membukukan laba bersih mencapai Rp 1,05 triliun. Pencapaian tersebut naik 3% secara tahunan. Itu artinya, dari sisi pendapatan, BBKP memang mencatatkan kinerja yang lebih baik pada tahun lalu, dibanding tahun sebelumnya.

Bima Setiaji, Analis NH Korindo Securities menilai, harga saham yang cenderung turun tersebut disebabkan oleh adanya risiko kredit bermasalah. 

Pada tahun 2016, non-performing loan (NPL) gross BBKP mencapai 2,9%. "Oleh karena itu, menurut saya investor masih menunggu rilis data laporan keuangan tahun 2016 dan strategi manajemen menyalurkan kredit," ujar Bima.

Adapun sepanjang 2016 lalu, BBKP membukukan pertumbuhan kredit sebesar 11% secara year on year (yoy). Dari capaian tersebut, porsi kredit mikro mencapai 30% dari total portofolio kredit BBKP. Tahun ini, manajemen pun menargetkan pertumbuhan laba mencapai 11% secara tahunan dan pertumbuhan kredit mikro mencapai 25%.

Aditya Perdana Putra, Analis PT Semesta Indovest bilang, secara valuasi, saham BBKP memang cukup murah baik secara PBVR maupun PE. "Itu masih di bawah rata-rata sektor perbankan," ujarnya kepada KONTAN beberapa waktu lalu.

Namun begitu, kondisi bisnis perusahaan secara keseluruhan dan industri sektor perbankan menjadi penting karena harga saham bisa terkorelasi secara positif dari faktor tersebut.

Para analis menilai, tantangan sektor perbankan tahun ini tidaklah ringan lantaran NPL perbankan cenderung tinggi. Hal inilah yang akan membuat kinerja sektor perbankan cenderung sideways pada tahun ini.

Hanya, menurut Aditya, aksi korporasi BBKP tahun ini bisa mendorong kembali harga sahamnya ke atas. Sebagai informasi, tahun ini BBKP juga melakukan penawaran umum berkelanjutan melalui Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Bank Bukopin. Bank BUKU III ini juga berencana menawarkan saham baru atau rights issues.

Baik Bima maupun Aditya merekomendasikan tahan untuk saham BBKP. Bima mematok target harga Rp 685 per saham, sementara Aditya memasang target harga Rp 700 per saham.


 


Reporter Klaudia Molasiarani

REKOMENDASI SAHAM

Feedback   ↑ x
Close [X]