kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.789   55,00   0,31%
  • IDX 6.221   -34,23   -0,55%
  • KOMPAS100 825   -6,05   -0,73%
  • LQ45 625   0,55   0,09%
  • ISSI 212   -0,83   -0,39%
  • IDX30 355   0,75   0,21%
  • IDXHIDIV20 436   1,25   0,29%
  • IDX80 94   -0,15   -0,16%
  • IDXV30 116   -0,32   -0,28%
  • IDXQ30 114   0,59   0,52%

Mata uang Asia menuju pelemahan terdalam 3 tahun


Senin, 31 Agustus 2015 / 11:53 WIB


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

HONG KONG. Mata uang Asia yang menuju pelemahan bulanan terbesar dalam tiga tahun ini, dipimpin oleh ringgit Malaysia, setelah China mendevaluasi yuan yang memicu perang mata uang dan di sisi lain Amerika Serikat (AS) tengah mempersiapkan menaikkan suku bunga.

Indeks Bloomberg JP Morgan Asia Dollar yang melacak 10 mata uang teraktif termasuk yen, turun 2,6% pada Agustus ini, artinya penurunan bulanan terbesar sejak Mei 2012. “Mata uang Asia harus dihadapkan pada ketidakpastian baru. Aksi jual meningkat di pasar modal dan keluarnya arus modal menambah tekanan lebih berat,” kata di Credit Suisse Private Bank Koon How Heng.

Sebelumnya, 11 Agustus lalu devaluasi yuan telah mengejutkan investor dan memicu kekhawatiran negara-negara Asia lainnya terutama untuk melindungi laju ekspor.

Ringgit Malaysia jatuh 8,7% bulan ini, kinerja terburuk sejak tahun 1998, sebagai skandal politik melemahkan kepercayaan investor dan penurunan harga komoditas redup. Rupiah Indonesia turun 3,7%, yang paling dalam 11 bulan, dan yuan turun 2,7%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×