: WIB    —   
indikator  I  

Kinerja Ristia Bintang terdongkrak program FLPP

Kinerja Ristia Bintang terdongkrak program FLPP

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja keuangan PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk (RBMS) tumbuh signifikan hingga kuartal ketiga tahun ini. Per September, perusahaan membukukan pendapatan mencapai Rp 41,9 miliar, naik 350% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya hanya Rp 9,3 miliar.

Suhsih M. Boentoro, Direktur Tidak Terafiliasi Ristia Bintang Mahkotasejati mengatakan, pencapaian tersebut ditopang kinerja penjualan anak usaha yang baru saja diakuisisi pada pertengahan tahun lalu, yakni PT Alam Indah Selaras melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

"Tahun 2017 sudah komersial, dan pengakuan penjualannya sudah masuk di tanggal 30 September 2017," ujar Suhsih dalam paparan publik di Jakarta, Kamis (7/12).

Sebagai gambaran, pemerintah saat ini memiliki program pembangunan 1 juta rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Melalui program tersebut, harga jual rumah juga ditentukan oleh pemerintah. Tahun lalu, harga rumah dibanderol Rp 116 juta per unit, sementara tahun ini dan tahun depan harga rumah naik menjadi Rp 123 juta dan Rp 130 juta per unit.

"Tahun ini, sudah terjual 600 unit rumah dari total 1.000 unit dengan harga Rp 123 juta," papar Suhsih. Sampai akhir tahun ini, perusahaan menargetkan penjualan mencapai Rp 70 miliar dari program FLPP tersebut

Sebagai tambahan, total 1.000 rumah tersebut dibangun di atas lahan seluas 12 hektare di daerah Karawang. Adapun manajemen masih memiliki lahan seluas 30 ha di kawasan tersebut, yang akan dibangun sekitar 3.000 unit rumah lagi setelah semua urusan perizinan selesai.

Selain itu, RBMS juga masih memiliki landbank dengan rincian di Cipondoh 13 ha dan proyek Saung Riung di Tangerang seluas 7,4 ha. Rencana pembangunan 616 unit, yang saat ini sudah terbangun 212 rumah dan sudah berpenghuni.

Proyek perumahan RBMS lainnya berada di Bekasi dan Tangerang bernama Bintang Metropole yang dibangun di atas lahan seluas 19 ha untuk 1177 keluarga, serta Mahkota Simprug yang dibangun di atas 18 ha untuk 927 keluarga.


Reporter Klaudia Molasiarani
Editor Dupla Kartini

KINERJA EMITEN

Feedback   ↑ x