: WIB    --   
indikator  I  

Kilau berlian tak lekang oleh waktu

Kilau berlian tak lekang oleh waktu

JAKARTA. Di tengah gejolak ekonomi dunia, balai lelang Sotheby's berhasil memecahkan rekor penjualan perhiasan termahal di dunia. Balai lelang yang berada di Hong Kong ini sukses melego sebuah berlian merah jambu, The Pink Star, sebesar 59,6 karat di harga US$ 71 juta.

Angka tersebut berhasil melengserkan posisi berlian Oppenheimer Blue yang terjual US$ 57,6 juta pada Mei 2016. Berlian pink lainnya yang sempat mencatatkan diri sebagai berlian termahal adalah Graff Pink, yang laku US$ 46,2 juta pada 2010.

Di Indonesia, pasar berlian juga masih bergairah, lo. Verina Halim, Marketing Communication PT Orori Indonesia, menyebut, permintaan berlian di Indonesia terus meningkat, khususnya untuk aksesoris dan perhiasan. "Dari seluruh konsumen Orori, 90% memang merupakan konsumen berlian perhiasan dan aksesori, sisanya hanya 10% yang mencari berlian untuk investasi," tutur Verina kepada KONTAN, Jumat (7/4). Kalau Anda belum tahu, Orori adalah toko perhiatasan online.

Tanya Alissia, General Manager Marketing & Communication Frank & Co Indonesia, menyatakan, kenaikan permintaan terjadi karena generasi muda sudah mulai tertarik pada material mewah ini. Tak heran jika perusahaan ini juga menawarkan produk yang menyasar anak muda.

"Ini membuat target kami di kuartal I 2017, baik dari sisi penjualan dan consumer volume, sudah tercapai dan lebih tinggi dari kuartal I 2016 lalu," ungkap Tanya. Salah satu penggenjot penjualan di tiga bulan pertama 2017 adalah adanya hari valentine dan perayaan imlek.

Di triwulan kedua ini, permintaan berlian juga diperkirakan akan kembali terkerek karena Idul Fitri. Setelah itu, penjualan mulai meredup dan kembali berbinar jelang akhir tahun, bertepatan dengan Natal dan Tahun Baru.

Sementara itu, Passion Jewelry memiliki strategi khusus untuk menggenjot penjualan di tahun ini. Store Manager Passion Jewelry Timotius Erdyanto mengatakan, pihaknya menggandeng desainer Ivan Gunawan untuk meluncurkan friendship collection yang bentuknya menyerupai air mata. Nah, berlian bentuk ini sedang jadi tren di Belgia.

Tapi berlian yang sedang jadi tren di Orari Indonesia berbeda. Saat ini adalah jenis round (bundar) yang sedang digandrungi masyarakat Indonesia. Alasannya, karena berlian berbentuk ini lebih mengkilap dengan pancaran sinar dari berbagai sisi.

Tren jangka panjang

Selain digunakan untuk perhiasan, berlian masih menarik sebagai alternatif investasi. "Dalam setahun kenaikannya bisa mencapai sekitar 2%. Dengan kebutuhan yang masih tinggi, maka tahun ini harga masih berpeluang naik," imbuh Verina.

Lihat saja, harga berlian D colour di perdagangan Rapaport, Kamis (6/4) tercatat bertengger di level US$ 12.470 per karat atau sudah melambung 1,24% sejak awal tahun.

Tapi Senior Consultant Gemologist Adamas Gemological Laboratory Indonesia Sumarni Paramita menegaskan, investasi berlian lebih cocok untuk jangka panjang, dengan rentang di atas lima tahun. Sebab, pergerakan harga berlian tidak terlalu fluktuatif.

Apalagi, berlian cenderung tak lekang oleh waktu. Jadi investor tak perlu takut ketinggalan zaman. Jika sudah memiliki berlian yang mengandung nilai dan kadar yang bagus, maka harganya pasti akan terus meningkat. "Maka penting investor mengenal dan mengerti istilah 4C + 2C," ujar Sumarni. Asal tahu saja, 4C adalah singkatan dari cut, clarity, color dan carat.

Sumarni menyarankan sebaiknya membeli berlian solitaire atau bermata satu karena harganya akan lebih tinggi. Sebab, berlian ini tidak mengalami pemotongan.

Sedangkan untuk 2C adalah certificate dan confidence. Jadi tiap pemilik perlu memiliki sertifikat atas kepemilikan berlian. Sehingga ketika dijual tidak ada penipuan.

Hitungan Sumarni, imbal hasil dari berlian yang diinvestasikan dalam lima tahun bisa mencapai kisaran 20%-30% dari nilai pembelian. "Sebaiknya menjualnya lagi ke sesama konsumen daripada jual ke toko," tutur Sumarni. Sebab toko akan melakukan negosiasi harga dari nilai jual berlian yang dimiliki.


Reporter Namira Daufina, RR Putri Werdiningsih
Editor Barratut Taqiyyah

INVESTASI ALTERNATIF

Feedback   ↑ x