: WIB    —   
indikator  I  

Kelolaan pendapatan tetap melejit Rp 24,4 triliun

Kelolaan pendapatan tetap melejit Rp 24,4 triliun

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dari segi nominal, reksadana pendapatan tetap menjadi kontributor terbesar terhadap pertumbuhan dana kelolaan industri reksadana secara year to date (ytd).

Dana kelolaan reksadana pendapatan tetap bertambah sebesar Rp 24,4 triliun atau 38,48% dibandingkan Desember tahun lalu. Per September 2017, reksadana pendapatan memiliki jumlah dana kelolaan sebanyak Rp 88 triliun.

Nominal pertumbuhan itu bahkan di atas reksadana pasar uang yang bertambah Rp 24,1 triliun. Asal tahu saja, dari sisi persentase, pertumbuhan dana kelolaan reksadana pasar uang paling tinggi di antara jenis lainnya, yaitu mencapai 82,51% ytd.

Menurut Wawan, adanya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.1 tahun 2016 sangat membantu kinerja reksadana berbasis obligasi, termasuk pendapatan tetap.

Dalam aturan tersebut, tercatat bahwa perusahaan asuransi atau dana pensiun diwajibkan menempatkan investasi di Surat Berharga Negara (SBN).

Selain itu, penurunan suku bunga acuan dan rendahnya inflasi menjadi katalis positif bagi reksadana pendapatan tetap. “Dengan kondisi seperti ini, para investor obligasi berpeluang mendapat capital gain,” kata Wawan.

Secara keseluruhan, dana kelolaan di industri reksadana telah mencapai Rp 401 triliun per September 2017. Jumlah tersebut hampir mendekati target terbaru yakni sekitar Rp 420 triliun di akhir tahun. “Dulu targetnya Rp 400 triliun. Tapi ternyata sekarang sudah terlampaui,” pungkas Wawan.


Reporter Dimas Andi
Editor Dupla Kartini

INVESTASI REKSADANA

Feedback   ↑ x