INVESTASI
Berita
Kebutuhan dollar meningkat, rupiah tertekan

PERGERAKAN RUPIAH

Kebutuhan dollar meningkat, rupiah tertekan


Telah dibaca sebanyak 1053 kali
Kebutuhan dollar meningkat, rupiah tertekan

JAKARTA. Meski sempat menguat terhadap dollar AS pada awal pekan ke posisi 9.450-an, hari ini (21/9), rupiah kembali terdepresiasi. Pairing (USD/IDR) sempat di posisi 9.553 pada pembukaan pagi tadi.

Director Chief Economist Mandiri Group Destry Damayanti menilai, kebutuhan riil akan dollar AS memang masih banyak. "Kebutuhan dollar AS meningkat seiring kenaikan impor atas barang baku yang sejalan dengan kenaikan investasi," urai Destry kepada KONTAN, Jumat (21/9).

Terlebih Menteri keuangan sempat memprediksi ancaman membengkaknya defisit anggaran pasca disetujuinyan penambahan anggaran subsidi BBM senilai Rp 15 triliun oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Sedangkan pengamat valas Rahadyo Anggoro Widagdo memprediksi, pasangan (USD/IDR) akan bergerak di kisaran 9.530-9.560. "Investor kembali mengkhawatirkan perekonomian Yunani dan Spanyol," kata Rahadyo.

Rahadyo menjelaskan, Yunani kemungkinan belum sanggup memenuhi segala persyaratan bailout. "Pasar finansial masih menunggu kelanjutan episode masalah krisis utang di Eropa ini," imbuh Rahadyo.

Pekan depan masih melemah

Bagaimana proyeksi rupiah pekan depan? Destry menilai, sentimen pembengkakan defisit anggaran menekan pergerakan rupiah untuk seminggu ke depan. Sebab, "Penambahan subsidi meningkatkan cost (biaya)," imbuh Destry.

Menurut Destry, strategi jangka menengah panjang adalah meningkatkan industri hilirnya agar tidak terus tergantung pada pemenuhan bahan baku investasi dari luar negeri.

Sepekan ini, Destry memprediksi rupiah tidak akan bergerak banyak terhadap dollar AS dengan potensi masih mendapat tekanan di kisaran 9.500-9.600.



Telah dibaca sebanyak 1053 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.