kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.537.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

Jumlah investor pasar modal masih perlu dikerek


Kamis, 31 Agustus 2017 / 08:30 WIB


Reporter: Riska Rahman | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Jumlah investor di pasar modal Indonesia makin meningkat. Direktur Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) Hasan Fawzi mengatakan, saat ini sudah ada 1 juta investor yang tercatat di pasar modal Indonesia.

"Tapi tidak semua investor ini berinvestasi di saham. Ada juga yang di reksadana dan obligasi," ujar Hasan di Jakarta, Rabu (30/8).

Bertambahnya investor diklaim akan mendorong nilai transaksi harian bursa. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai transaksi harian saat ini mencapai Rp 7,5 triliun per hari.

Pengamat Pasar Modal Teguh Hidayat mengatakan, meski sudah meningkat dalam lima tahun terakhir, jumlah investor pasar modal tidak mencapai 1% dari total jumlah penduduk Indonesia.

Teguh membandingkan, jumlah investor pasar modal di masih kalah dibandingkan Malaysia yang investornya mencapai 12% dari total penduduk. "Sementara itu jumlah investor di Singapura bisa mencapai 36%-40% dari total penduduknya," kata Teguh.

Sayangnya, Indonesia nampaknya kesulitan jika ingin menyaingi jumlah investor di negara tetangga. Jumlah penduduk Indonesia yang banyak menyebabkan tingginya ketimpangan ekonomi di antara masyarakat. Sehingga, menurut Teguh, hanya sedikit dari lapisan masyarakat yang bisa diharapkan untuk ikut berinvestasi di pasar modal.

Menurut Teguh, dari seluruh total penduduk Indonesia, hanya sekitar 40 juta sampai 50 juta jiwa yang dapat diharapkan untuk bisa berinvestasi di pasar modal. "Kalau 10% dari jumlah tersebut bisa berinvestasi di pasar modal, saya rasa itu sudah sangat bagus," papar Teguh.

Menurutnya, nilai transaksi harian saham sebesar Rp 7,5 triliun per hari juga masih sedikit. Karena, jumlah investor yang bertambah seharusnya meningkatkan rata-rata nilai transaksi jauh lebih tinggi.

Pasalnya, sekitar tahun 2009-2010, nilai transaksi hariannya mencapai Rp 4 triliun-Rp 5 triliun, padahal investornya baru 300.000. Sehingga menurut Teguh, dengan jumlah investor yang meningkat lebih dari tiga kali lipat, rata-rata nilai transaksi harian seharusnya bisa mencapai Rp 9 triliun-Rp 10 triliun per hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×