INVESTASI
Berita
Japfa mencari pinjaman Rp 500 miliar

AKSI KORPORASI JPFA

Japfa mencari pinjaman Rp 500 miliar


Telah dibaca sebanyak 934 kali
Japfa mencari pinjaman Rp 500 miliar

JAKARTA. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) tengah mengkaji pencairan dana melalui pinjaman bank. Melalui dana tersebut, emiten produsen pakan ternak ini dapat menutupi kebutuhan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp 1 triliun di tahun ini.

Senior Vice President Deputy Head of Corporate Finance JPFA, Putut Djagiri mengatakan, komposisi capex ini 50-50 berasal dari pinjaman dan kas internal. "Belum ada keputusan. Kami masih berbicara dengan beberapa bank untuk kebutuhan capex tersebut," ucap Putut kepada wartawan di Jakarta, Rabu (20/3).

Dengan begitu, kebutuhan capex yang akan berasal dari pinjaman perbankan setara dengan Rp 500 miliar. Adapun kas internal yang dimiliki JPFA mencapai Rp 800 miliar. Tahun lalu, JPFA juga memiliki dana yang berasal dari penerbitan obligasi sebesa Rp 1 triliun.

Menurut Putut, sebagian besar atau sekitar 60% alokasi capex akan digunakan untuk divisi pembibitan ayam. "Sementara, 25% akan digunakan untuk pabrik pakan ternak, dan sisanya untuk peternakan komersial dan budidaya perairan atau pakan ikan," tambah Putut.

Tahun ini, JPFA menargetkan bisa memproduksi ayam umur sehari (day old chick/DOC) sebanyak 550 juta ekor. Selain itu, pabrik pakan ternak JPFA akan memproduksi 360 ribu ton atau secara total akan menjadi 3,36 juta ton dari tahun lalu yang mencapai 3 juta ton.

Di saat bersamaan, Direktur Keuangan JPFA, Herry Wibowo menjelaskan, bahwa tahun ini pihaknya fokus pada pengembangan poultry maupun pembibitan dan peternakan ayam. "Untuk pakan ternak hanya akan meningkatkan produksi dengan penambahan mesin," jelas Herry.

Herry pun menegaskan, belum ada rencana lain yang akan dilakukan JPFA di tahun ini. Terutama soal rencana untuk menambah pabrik pakan ternak baru.

Editor: Barratut Taqiyyah
Telah dibaca sebanyak 934 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Risiko berbeda, premi tiap daerah seharusnya berbeda juga

    +

    Dalam uji coba pertama, Jasindo mengkover 600 hektare (ha) lahan dengan biaya premi Rp 100 juta.

    Baca lebih detail..

  • Agar sukses, perlu insentif bagi penyuluh lapangan

    +

    Program asuransi pertanian menjadi salah satu upaya pemerintah untuk melindungi petani dari efek perubahan iklim. Hanya saja masih banyak kekurangan yang ditemui, seperti kurangnya sosialisasi dan tidak adanya insentif bagi penyuluh pertanian lapa

    Baca lebih detail..