kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.923
  • SUN98,38 -0,17%
  • EMAS611.050 0,00%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Investor SUN ambil untung

Senin, 11 Juni 2018 / 09:08 WIB

Investor SUN ambil untung
ILUSTRASI. Ilustrasi pasar modal

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasca rebound dua pekan lalu, Indeks Obligasi Komposit Indonesia atawa Indonesia Composite Bond Index (ICBI) kembali melorot. Jumat (8/6), ICBI berada di level 238,98 atau melemah 0,69% dibandingkan pekan sebelumnya. Sejak akhir tahun lalu, indeks obligasi domestik ini masih turun 1,69%.

Fund Manager Capital Asset Management Desmon Silitonga mengatakan, indeks obligasi mengalami koreksi lantaran investor cenderung menarik dana menjelang libur Lebaran. "Di momen seperti ini kebutuhan cash sangat tinggi, sehingga pelaku pasar keluar sejenak dari obligasi," kata dia, Jumat (8/6).

Gejolak pada pasar obligasi, juga masih akan terjadi saat pasar keuangan dibuka kembali pasca libur lebaran. Pasalnya, pekan ini The Federal Reserve menggelar FOMC.

Pasar optimistis dalam pertemuan ini suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) naik. "Kenaikan suku bunga The Fed memang sudah diantisipasi, tapi pasti tetap memberi imbas ke emerging marketYield SUN acuan berpotensi naik ke atas 7% bahkan hingga 7,5%," prediksi Desmon.

Tertahan rupiah

Sejatinya, inflow ke pasar obligasi sudah mulai tampak sejak awal Juni, terutama dari dana pensiun, asuransi dan manajer investasi. Kendati demikian, investor asing dan perbankan terus keluar.

Menurut Desmon, hingga akhir Mei, asing sudah mencatat net sell Rp 13 triliun. "Ada peluang asing kembali dan mencatat net buy di akhir Juni, apalagi yield di atas 7% menarik," papar dia.

Namun, Desmon memperkirakan asing belum mencatat net buy besar hingga akhir kuartal dua. Alasannya, kondisi depresiasi rupiah masih cukup mengkhawatirkan.

Di saat kondisi rupiah belum stabil, Bank Indonesia masih berpotensi mengerek suku bunga acuan sebesar 25 basis poin. Jika ini dilakukan, maka harga obligasi dalam negeri bakal makin tertekan.

Desmon memprediksi, pertumbuhan return obligasi di akhir tahun ini tidak akan seapik tahun lalu. Secara ytd, harga SUN tenor 10 tahun tercatat turun 2%.

Menurut hitungan dia, obligasi pemerintah hanya akan mengukir return single digit di kisaran 7%–9% sepanjang tahun ini. Tahun lalu, return SUN bertenor 10 tahun bisa mencapai 13%.

 


Reporter: Grace Olivia
Editor: Dupla Kartini

SURAT UTANG NEGARA (SUN)

Tag
Komentar
TERBARU

KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0510 || diagnostic_web = 0.2195

Close [X]
×