kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.619
  • EMAS590.870 -0,68%

Imbas perang dagang, aktivitas manufaktur seluruh Asia melambat

Rabu, 01 Agustus 2018 / 19:18 WIB

Imbas perang dagang, aktivitas manufaktur seluruh Asia melambat
ILUSTRASI. Perekonomian - ekspor impor China



KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Aktivitas manufaktur di seluruh Asia melambat pada bulan Juli 2018. Ini makin memperdalam kekhawatiran tentang prospek ekonomi di kawasan Asia akibat konflik perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China. Perang dagang itu mempengaruhi mitra dagang dua negara tersebut.

Sebuah survei pembelian manajer alias  purchasing managers index (PMI)  yang dirilis Rabu (1/8) menunjukkan, sektor manufaktur China tumbuh pada laju paling lambat dalam delapan bulan terakhir pada bulan Juli 2018. Bahkan permintaan ekspor China merosot dan menjadi yang terburuk sejak pertengahan 2016.


Survei serupa menunjukkan perlambatan aktivitas dari Australia ke Jepang. Reuters melaporkan, pasar pengiriman barang yang sebagian besar merupakan barang jadi manufaktur yang diimpor dan diekspor, menunjukkan gambaran yang sama. Indeks kontainer Harpex CHT-IDX-HARPX jatuh hingga 10% dari level tertingginya sejak 2011 pada bulan Juni 2018.

Aktivitas pabrik di kawasan mata uang euro, diperkirakan juga akan sama. Sementara di AS terlihat pendinginan sedikit aktivitas manufaktur. Namun masih cukup kuat bagi The Federal Reserve untuk tetap di jalur menaikkan suku bunga hingga dua kali lagi di tahun ini.

Awal bulan ini, AS dan China sama-sama menerapkan perang tarif impor hingga senilai US$ 34 miliar. Itu belum cukup. Kabar terbaru menyebutkan, Presiden AS Donald Trump, akan mengusulkan tarif impor hingga 25% atas produk dari China senilai lebih dari US$ 200 miliar. Usulan tarif impor 25% itu lebih tinggi dari rencana semula sebesar 10%.

Efek perang dagang ini sudah dirasakan China. Indikasi ini tercermin dari Indeks Manajer Pembelian Caixin atau PMI China turun menjadi 50,8 di bulan Juli 2018 dari sebesar 51,0 di bulan Juni 2018.

"Perekonomian China berada di jalur melambat di kuartal ini dan kuartal berikutnya," kata Julian Evans-Pritchard, ekonom senior China di Capital Economics Singapura seperti dikutip Reuters.

PMI juga menunjukkan kontraksi di Malaysia, pelambatan di Vietnam dan Taiwan, Namun ada sedikit peningkatan di Indonesia. Sementara, ekspor Korea Selatan menunjukkan pertumbuhan yang lebih lambat dari perkiraan.


Reporter: Khomarul Hidayat
Editor: Komarul Hidayat

PERANG DAGANG GLOBAL

TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0009 || diagnostic_api_kanan = 0.0537 || diagnostic_web = 0.2842

×