: WIB    —   
indikator  I  

IHSG berpotensi naik, ini saham pilihan besok

IHSG berpotensi naik, ini saham pilihan besok

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pembalikan arah naik indeks harga saham gabungan (IHSG), memperlihatkan masih adanya kekuatan daya beli untuk menahan pelemahan yang ada. Apalagi jika pelaku pasar memiliki optimisme akan membaiknya kinerja kuartal ketiga 2017

Reza Priyambada Analis Binaartha Parama Sekurtias menyatakan, secara tidak langsung hal tersebut dapat berimbas positif pada laju IHSG selanjutnya. Namun demikian, kenaikan ini masih harus kembali diuji ketahannya agar dapat kembali melanjutkan kenaikannya.

"Tetap antisipasi sentimen terutama dari berita-berita sektoral dan emiten, yang dapat membuat arah IHSG kembali bervariatif melemah kembali," terang Reza dalam riset, Kamis (12/10).

IHSG mengakhiri perdagangan Kamis (12/10) bertambah 43,41 poin atau 0,74% menjadi 5.926,20. 

Berikut saham-saham pilihan versi Binaartha:

1. ANTM ditutup menguat di level 650 pada 12 Oktober 2017. Saat ini, harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terdapat pola bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 640 –650,dengan target harga secara bertahap di level 665, 745 dan 790.

2. GGRM ditutup melemah di level 65.575 pada 12 Oktober 2017. Adapun target harga pada level 67.400 berhasil tercapai. Saat ini, harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terdapat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 65.000 –65.575,dengan target harga secara bertahap di level 67.900 dan 69.550.

3. GIAA ditutup stagnan di level 322 pada 12 Oktober 2017. Adapun target harga pada level 340 berhasil tercapai. Saat ini, terlihat pola bullish harami doji star candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 316 – 322, dengan target harga secara bertahap di level 336, 364, 382 dan 404.

4. ICBP ditutup melemah di level 8.700 pada 12 Oktober 2017. Adapun target harga pada level 8.775 berhasil tercapai. Saat ini, harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terdapat beberapa pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 8.625 – 8.700, dengan target harga secara bertahap di level 8.900, 9.225 dan 9.600.

5. LPPF ditutup menguat di level 9.350 pada 12 Oktober 2017. Saat ini, terdapat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 9.250 – 9.350, dengan target harga secara bertahap di level 9.700, 9.950 dan 10.350.

6. SCMA ditutup melemah di level 2.150 pada 11 Oktober 2017. Adapun target harga pada level 2.190 dan 2.230 berhasil tercapai. Saat ini, harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terdapat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 2.130 -2.150,dengan target harga secara berta di level 2.230, 2.370 dan 2.470.

Dede Suprayitno


Reporter Dede Suprayitno
Editor Sanny Cicilia

EMITEN

Feedback   ↑ x