kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Harga saham KOBX naik tinggi, Analis: Jangan buru-buru masuk


Rabu, 21 Maret 2018 / 20:30 WIB
ILUSTRASI. Dump Truck NHL TR50 D dari PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX)


Reporter: Riska Rahman | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lama bergerak di kisaran level Rp 100-an, saham PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) tiba-tiba melonjak drastis. Sepanjang tahun ini, saham emiten alat berat ini sudah mencatatkan pertumbuhan sebesar 92,92%.

Pergerakan harga saham ini dimulai pada hari Selasa (20/3) lalu. Harga saham KOBX yang dibuka pada level Rp 120 per saham tiba-tiba menanjak naik. Pada penutupan perdagangan di hari yang sama, saham ini sudah mencatat pertumbuhan sebesar 35% dalam sehari.

Pergerakan fantastis saham KOBX pun kembali terulang pada perdagangan Rabu (21/3). Saham KOBX pun ditutup di level Rp 218, naik 34,57% dalam satu hari perdagangan.

Analis Binaartha Parama Sekuritas M. Nafan Aji menilai, kenaikan harga saham KOBX ini bisa jadi memiliki kaitan dengan kinerja mereka yang membaik tahun lalu. Sebagai informasi, di tahun 2017 lalu KOBX mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 76,89% year-on-year (yoy) menjadi US$ 74,87 juta. Emiten alat berat ini pun berhasil mencetak laba setelah dua tahun merugi sebesar US$ 1,54 juta.

Dari segi fundamental pun kinerja KOBX tahun ini berpotensi akan terus membaik lantaran membaiknya harga komoditas seperti batubara dan CPO. Sementara itu, iklim industri CPO maupun aktivitas pertambangan dalam negeri masih cukup kondusif. "Sehingga penjualan alat berat, after sales, dan segmentasi sewa jasa alat berat KOBX berpotensi meningkat tahun ini," tuturnya kepada KONTAN, Rabu (21/3).

Meski begitu, ia menyarankan investor untuk tidak terburu-buru masuk ke saham ini.

"Lebih baik wait and see dulu karena kenaikan harga sahamnya sudah terlalu signifikan," ujar Nafan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×