INVESTASI
Berita
Harga emas alami penurunan terbesar dalam setahun terakhir

HARGA EMAS

Harga emas alami penurunan terbesar dalam setahun terakhir


Telah dibaca sebanyak 6113 kali
Harga emas alami penurunan terbesar dalam setahun terakhir

SYDNEY. Kontrak harga emas mengalami penurunan terbesar dalam setahun terakhir. Sejumlah investor melakukan aksi jual atas emas setelah harga emas rekor ke posisi US$ 1.917,90 per troy ounce.

Asal tahu saja, harga emas sudah naik 14% di sepanjang Agustus. Lonjakan harga emas terjadi ditengah spekulasi bahwa Pimpinan the Federal Reserve akan mengeluarkan program stimulus pada pekan ini serta krisis utang yang mendongkrak permintaan safe haven.

"Harga emas terlihat sangat bubble. Ada banyak sekali resiko koreksi yang terlihat dalam perdagangan saat ini," jelas Matt Zeman, strategist Kingsview Financial di Chicago.

Kontrak harga emas untuk pengantaran Desember turun US$ 30,60 atau 1,6% menjadi US$ 1.861,30 per troy ounce di Comex, New York. Pasca transaksi perdagangan, harga emas anjlok hingga 3,5%, yang merupakan penurunan harian terbesar sejak 1 Juli 2010.

Sebelum hari ini, harga emas sudah melonjak 17% dalam kurun waktu tiga pekan.

Editor: Barratut Taqiyyah
Telah dibaca sebanyak 6113 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Simak sektor mana saja yang prospektif!

    +

    Sejak awal tahun hingga 22 September 2014, saham-saham sektor perbankan memberikan return terbesar.

    Baca lebih detail..

  • Meramal gerak IHSG setelah rekor

    +

    Analis berbeda pendapat soal prospek kinerja IHSG ke depannya.

    Baca lebih detail..