: WIB    —   
indikator  I  

EUR/USD koreksi tipis jelang rilis inflasi AS

EUR/USD koreksi tipis jelang rilis inflasi AS

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sempat menunjukkan penguatan, kini euro terkoreksi dihadapan dollar AS. Koreksi ini merupakan penantian pasar jelang rilis data-data yang akan berkaitan dengan inflasi AS. Namun analis melihat masih ada peluang penguatan euro.

Mengutip pergerakan harga spot di Bloomberg hari ini pukul 18:00, pasangan EURUSD terlihat melemah tipis 0,04% ke level 1.1854 dari penutupan di hari sebelumnya di 1.1859.

Koreksi ini jelang rilis data inflasi Amerika Serikat yang bakal rilis Jumat malam. Data tersebut adalah Indeks Harga Produser (PPI) yang diprediksi bakal tumbuh ke 0,4% dan data Inti PPI yang juga bakal naik ke 0,2%.

Menurut Analis Global Kapital Investama Alwi Assegaf koreksi ini merupakan profit taking dari pelaku pasar. Namun ke depannya secara umum, tren masih mendukung penguatan euro.

Faktor pendorong euro dihadapan dolar adalah keputusan Presiden Katalonia Carles Puigdemont untuk menunda pengumuman kemerdekaan Katalonia.

"Carles mengajak Madrid untuk berdialog, ini membuat keresahan geopolitik di zona eropa mereda," jelas Analis Global Kapital Investama Alwi Assegaf saat dihubungi KONTAN, hari ini.

Menurutnya, kala putusan merdeka yang disuarakan oleh mayoritas warga negara bagian tersebut, euro sempat mengalami tekanan. Pasalnya Katalonia merupakan negara bagian yang menyumbangkan hingga 20% ekonomi spanyol dan seperempat nilai ekspor negara tersebut.

Dari sisi dollar, perselisihan terbaru antara presiden AS Donald Trump dengan anggota partai konservatif senator Bob Corker mengenai reformasi pajak terus terjadi.

Senator Corker menjadi salah satu suara paling keras yang menghambat rencana Trump. Padahal pasar telah mengantisipasi pangkas pajak dapat meningkatkan potensi kenaikan suku bunga pada Desember.

"Ada perselisihan paham antara pejabat the fed, dan ini yang menimbulkan keraguan pasar akan potensi The Fed," jelas Alwi.

Ia menambahkan saat ini kepercayaan pasar sudah mencapai lebih dari 80% akan kemungkinan December Hike Rate. Namun pasar dan regulator masih akan menunggu data inflasi dan ketenagakerjaan AS. Bila data malam ini baik, maka dolar dapat menguat namun hanya sementara.

Secara teknikal, Alwi melihat grafik moving average (MA) 50 telah berada di level 32 diatas ma 10 dan 55 yang menunjukkan tren bullish. Relative Strength Index (RSI) positif di level 54 dan Stochastic di golden cross menunjukkan tren kenaikan. Sedangkan moving average convergence divergence (MACD) di area negatif tapi sudah mulai menunjukkan sinyal bullish divergent.

 


Reporter Tane Hadiyantono
Editor Sanny Cicilia

MATA UANG

Feedback   ↑ x
Close [X]