: WIB    —   
indikator  I  

EUR/JPY tergelincir sebelum pemilu dini Jepang

EUR/JPY tergelincir sebelum pemilu dini Jepang

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah sempat naik selama sepekan, pasangan EUR/JPY terkoreksi tipis. Data ketenagakerjaan Jepang yang mulai menguat disanding dengan ketegangan di Katalonia membuat euro berpotensi melanjutkan reaksi negatif dihadapan yen.

Mengutip pergerakan harga spot Bloomberg, hari Kamis (12/10) pukul 14:30 WIB, pasangan ini koreksi 0,2% dari hari sebelumnya dan berada di level 133,14 yen per euro.

Menurut Anthonius Edyson, Analis Astronacci International, tertekannya euro diakibatkan ketegangan politik di wilayah Katalonia, Spanyol.

Walau Presiden Katalonia Carles Puigdemont telah mengumumkan akan menunda pengumuman kemerdekaan negara bagiannya, pelaku pasar telah melihat investasi di yen menjadi opsi yang lebih nyaman.

"Apalagi mengingat ketegangan politik Korea Utara dengan Amerika Serikat masih berlanjut, yen sebagai safe haven masih relevan," jelas Anthonius saat dihubungi Kontan.co.id.

Tambah lagi, sejumlah industri Jepang yang positif membuat yen tetap kuat. Misalnya adalah data permintaan Mesin Inti pada Agustus di level 3,4% yang lebih baik dari proyeksi pasar di 0,8%.

Anthonius menambahkan, yen juga mendapatkan dorongan mengikuti antisipasi pasar akan pemilihan umum dini. Warga Jepang nampaknya memiliki harapan untuk kemenangan Abe pada pemilu yang akan digelar 22 Oktober nanti.

Mengutip pemberitaan media lokal Kyodo dari Jepang, popularitas Perdana Menteri Shinzo Abe dan kelompoknya masih cukup besar. Media tersebut meyakini Partai Demokratik Liberal dapat memenangkan 289 kursi dari total 465 kursi. Dengan margin pemenangan yang besar, Abe dapat menduduki tampuk Ketua Umum partainya lagi dan dapat menjadi perdana menteri Jepang terlama dalam sejarah.

Berdasarkan price action analysis, EUR/JPY terlihat berpeluang membentuk secondary reaction setelah terjadi kenaikan cukup panjang. Pasangan ini berpotensi melanjutkan koreksi turun. 

 


Reporter Tane Hadiyantono
Editor Sanny Cicilia

MATA UANG

Feedback   ↑ x
Close [X]