INVESTASI
Berita
Emas masih minim sentimen penggerak

HARGA EMAS

Emas masih minim sentimen penggerak


Telah dibaca sebanyak 1619 kali
Emas masih minim sentimen penggerak

JAKARTA. Harga emas kembali bergerak menuju ke level psikologis US$ 1.600. Meski begitu para analis masih meragukan proses penguatan emas. Mereka menduga emas masih akan cenderung tertekan karena masih minim sentimen penggerak.

Harga emas di Comex bursa Nymex pengiriman Agustus 2012 Senin (9/7) sampai pukul 19.41 WIB menguat 0,36% ke US$ 1.584,7 per troi ons. Akhir pekan lalu, harga emas ditutup di level US$ 1.578 per troi ons. Namun harga jual emas batangan Aneka Tambang kemarin justru turun 0,74% ke Rp 535.000 per gram.

Kepala Analis Riset Askap Futures, Suluh Wicaksono, menilai sejak rilis data non farm payroll Amerika Serikat (AS) yang tidak terlalu positif, emas cenderung koreksi. "Harga yang sempat positif kemarin, menurut saya hanyalah technical rebound dan belum ada konfirmasi perubahan tren menjadi bullish," kata Suluh.

Seperti diketahui, bulan Juni ini AS hanya menambah sekitar 80.000 pekerjaan, dibawah rata-rata survei Bloomberg sebesar 100.000 pekerjaan. Mark Pervan dan Natalie Robertson, analis dari Australia & New Zealand Banking Group seperti dikutip Bloomberg melihat data ekonomi AS yang lebih lemah ini relatif masih akan menekan harga emas. Mereka memperkirakan emas bisa melemah hingga US$ 1.565 per troi ons. Dan bisa berlanjut ke US$ 1.550 jika tak ada sentimen positif.

Minat investasi di emas pun mulai surut. Impor emas China dari Hongkong misalnya turun untuk pertama kali dalam empat bulan terakhir di Mei. Yaitu menjadi 75,6 ton.

Suluh pun melihat, di awal pekan ini, belum adanya data ekonomi AS baru. Ini membuka peluang pergerakan emas akan cenderung stagnan dalam tren turun. Faktor penggerak lain kemungkinan akan datang dari statement Gubernur ECB Mario Draghi pada Senin malam.

Minim pengangkat

Abdul Azis, Analis Senior Menara Mas Futures, melihat pekan ini masih relatif sepi faktor penggerak harga emas. "Kemungkinan minggu ini emas masih konsolidasi. Belum ada pergerakan yang cukup signifikan," kata Abdul.

Perlambatan ekonomi China akan menyebabkan emas terus melemah. Dan bisa menghambat pergerakan harga emas.

Pergerakan harga emas di level US$ 1.600 menjadi level krusial. "Selama tidak bisa menembus ini, koreksi bisa saja terus terjadi hingga akhir pekan," kata Suluh.

Secara teknikal, potensi ke level US$1.600 masih tetap terbuka. Indikator stochastic misalnya, terkonfirmasi sudah jenuh jual dan mulai mau mengarah ke atas. Moving Average Convergence/Divergence (MACD) masih dalam area negatif. Dan sudam masuk dalam area dasar.

Level US$ 1.576 adalah batas penting yang jika tertembus, akan membawa emas terus turun ke US$ 1.558. Sedangkan US$1.586 menjadi penentuan, jika bisa dilewati, mengkonfirmasi kenaikan ke level US$ 1.606.

Abdul menduga emas pekan ini akan di US$ 1.550 - US$ 1.620 per troi ons.

Telah dibaca sebanyak 1619 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.