: WIB    —   
indikator  I  

Ellen May: Anak ultah, beri kado saham saja

Ellen May: Anak ultah, beri kado saham saja

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Praktisi pasar saham Ellen May menilai, trading dan investasi saham adalah pilihan tepat bagi generasi milenial yang ingin mendapatkan kebebasan finansial sejak dini.

Sebagai kelompok yang berada di rentang usia produktif, generasi milenial cenderung semangat mempelajari sesuatu. Generasi milenial juga identik dengan teknologi dan cukup mudah mengakses informasi. Inilah yang menjadi nilai tambah bagi generasi ini jika berani terjun ke dunia saham.

"Pelajari tekniknya, sabar menikmati prosesnya dan kemudian kita dapat memetik hasilnya," ungkap Ellen May, di sela-sela peluncuran bukuhasil karyanya, Nabung Saham Sekarang di toko buku Kinokuniya, Plaza Senayan, Kamis (7/12).

Bukan hanya generasi milenial, investasi maupun trading saham dapat dipelajari dan dilakoni semua kalangan. "Semua bisa melakukannya, mulai dari pelajar, pengusaha, ibu rumah tangga maupun guru. Bahkan saya pun bukanlah investor yang berasal dari latar belakang ekonomi," tutur Ellen.

Pendiri Ellen May Institute ini menyebutkan, keuntungan menabung saham bisa berkali-kali lipat, jauh melampui hasil dari menabung di bank. Jika menyimpan dana di deposito, potensi returnya berkisar 7% per tahun. "Bandingkan dengan menabung saham yang returnnya bisa di atas 100% dalam 10 tahun," kata Ellen.

Dia mencontohkan return saham Astra International (ASII), Pakuwon Jati (PWON) dan Kalbe Farma (KLBF). Dalam 10 tahun terakhir, return investasi ketiga saham tersebut di atas 100%. "Bahkan return PWON di atas 800%," ungkap Ellen.

Oleh karena itu, dia mengharapkan para orangtua turut mendidik anak-anaknya untuk berinvestasi dengan cara menabung saham. "Apabila anak bapak ibu ulang tahun, berikan saja kado saham," tutur Ellen di hadapan seratus tamu dan undangan peluncuran buku Nabung Saham Sekarang.

Bagi Ellen May, buku Nabung Saham Sekarang adalah buku ketiga hasil karyanya. Buku pertama bertajuk Smart Traders Not Gamblers, sementara buku kedua adalah Smart Trader Rich Investor.

Di buku Nabung Saham Sekarang, Ellen tetap ingin berbagi pengetahuan agar masyarakat Indonesia melek investasi dan bisa sejahtera melalui pasar modal. Apalagi, jumlah investor saham di Indonesia masih sanat rendah, yakni kurang dari 1% dari jumlah total penduduk. Angka ini kalah jauh dibandingkan dengan rasio investor Malaysia sebesar 12% dan Singapura sebesar 30%.

Di buku terbarunya, Ellen mengupas tuntas tentang strategi dollar cost averaging atau nabung saham, keuntungan, risiko, jumlah nominal untuk investasi, pilihan saham lengkap dengan hasil analisisnya. Diulas pula reksadana, kelebihan dan kekurangannya. Juga berbagai strategi investasi saham lainnya, yang bisa memberikan imbal hasil lebih banyak dan lebih cepat.

Pembaca buku ini juga dapat menemukan langkah-langkah praktis memulai nabung saham, menentukan modal awal untuk investasi, bagaimana memilih saham, kapan waktunya beli dan jual. Adapula panduan memilih sekuritas yang cocok, mengetahui kinerja investasi, bagaimana caranya meminimalkan risiko serta hal praktis lainnya yang dibutuhkan investor pemula.

 


Reporter Sandy Baskoro
Editor Dupla Kartini

REKOMENDASI SAHAM

Feedback   ↑ x