kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.614.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Ekonomi AS menguat, harga minyak melemah


Jumat, 08 November 2013 / 06:43 WIB
ILUSTRASI. Lokasi pusat perbelanjaan yang terkena serangan rudal Rusia di Kremenchuk, di wilayah Poltava, Ukraina 27 Juni 2022. REUTERS/Anna Voitenko


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

NEW YORK. Harga minyak mentah Brent turun ke level terendah dalam empat bulan. Hal ini terjadi karena euro melemah dibandingkan dolar Amerika Serikat (AS) setelah Bank Sentral Eropa (ECB) memangkas suku bunga acuan ke rekor rendah.

The North Sea turun 1,7%, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 0,6 %. Harga minyak Brent pengiriman Desember turun US$ 1,78 dan mengakhiri sesi US$ 103,46 per barel di ICE Futures Europe exchange di London.

Itu merupakan harga penutupan terendah sejak 1 Juli. Harga minyak WTI turun 60 sen berada di harga US$ 94,20 per barel di New York Mercantile Exchange.

Presiden ECB, Mario Draghi berjanji menjaga biaya pinjaman tetap rendah untuk  jangka panjang. Euro jatuh yang paling terhadap mata uang AS dalam dua tahun.

Pelemahan euro dipercepat oleh ekonomi AS yang tumbuh di luar perkiraan, dan memperkuat taruhan Federal Reserve untuk mengurangi stimulus .

"Semakin kuat angka produk domestik bruto (PDB) AS,  dan penurunan suku bunga ECB memperkuat posisi dolar," kata Tim Evans, analis Citi Futures Perspective kepada Bloomberg di New York.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×