kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.133
  • SUN98,94 0,36%
  • EMAS616.094 0,49%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

EBA-SP Rp 465,5 miliar dicatatkan di BEI

Jumat, 26 Agustus 2016 / 19:51 WIB

EBA-SP Rp 465,5 miliar dicatatkan di BEI

JAKARTA. Penerbitan efek beragun aset berbentuk surat partisipasi (EBA-SP) mulai bertambah. Yang terbaru, EBA SP SMF-BMRI 01 dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (26/8).

EBA SP yang dicatatkan merupakan kelas A senilai Rp 465,5 miliar. Instrumen tersebut diterbitkan oleh PT Sarana Multigriya Finansial (Persero).

EBA SP menggunakan aset dasar sekuritisasi pinjaman kredit pemilikan rakyat (KPR) PT Bank Mandiri. Untuk penerbitan ini, perusahaan telah menggenggam pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) yakni AAA.

EBA SP diterbitkan dalam dua seri, yakni Seri A1 (SPSMFMRI01A1) senilai Rp 103,5 miliar dengan rata-rata tertimbang jatuh tempo (weighted average life) selama tiga tahun. Seri ini membagikan kupon 8,6%.

Kemudian, Seri A2 (SPSMFMRI01A2) senilai Rp353 miliar dengan rata-rata tertimbang jatuh tempo selama lima tahun. Seri ini membagikan kupon 9,1%.

Bertindak sebagai Bank Kustodian sekaligus Wali Amanat adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.

Dengan pencatatan ini, total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2016 adalah 45 Emisi dari 35 Emiten senilai Rp62,14 Triliun. Secara outstanding, emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 294 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp278,80 Triliun dan US$ 50 juta, diterbitkan oleh 103 Emiten.

Ekonom Universitas Indonesia Lana Soelistianingsih mengatakan pasar EBA SP memiliki prospek menarik lantaran masih terbatas.

Namun, jumlah permintaan terhadap EBA SP masih kecil karena merupakan produk baru. Investor juga belum paham risikonya serta potensi return EBA SP.

"Ada juga kekhawatiran EBA ini mirip CDO (collateralized debt obligation) beragun subprime mortgage yang dulu membangkrutkan bank-bank AS (Amerika Serikat)," tutur Lana, Jakarta.

Lana menambahkan, masih minimnya jumlah produk menyebabkan instrumen ini kurang likuid.


Reporter: Wahyu Satriani
Editor: Yudho Winarto

Tag
Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel santika premiere Slipi
26 July 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0009 || diagnostic_api_kanan = 0.1598 || diagnostic_web = 0.4318

Close [X]
×