INVESTASI
Berita
Dyandra maksimal raup Rp 500 miliar dari IPO

PENCATATAN SAHAM PERDANA

Dyandra maksimal raup Rp 500 miliar dari IPO


Telah dibaca sebanyak 1735 kali
Dyandra maksimal raup Rp 500 miliar dari IPO

JAKARTA. Proses pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO) PT Dyandra Media International Tbk akan segera terlaksana. Anak usaha Grup Kompas Gramedia ini bakal melepas maksimal 1,28 miliar saham baru atau setara dengan 30% modal disetor dan ditempatkan sesudah IPO.

Dyandara menawarkan saham perdana pada kisaran harga Rp 315-Rp 415 per saham. Jika mengambil batas atas, dana yang diraup maksimal Rp 500 miliar.

Donny Arsal, Head of Investment Banking PT Mandiri Sekuritas, berpendapat, valuasi saham Dyandra terbilang menarik untuk perusahaan yang bergerak di bidang meeting, incentives, convention, exhibition (MICE) terintegrasi. Mandiri Sekuritas adalah salah satu penjamin pelaksana efek bersama OSK Nusadana Securities.

Ia menghintung, price to earning ratio (PER) harga IPO Dyandra sekitar 7,5 kali. Ini lebih kecil dari rata-rata PER industri MICE internasional yang berkisar 10-12 kali. Perbandingan dengan industri MICE internasional disebabkan belum ada perusahaan sejenis yang IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Jika ditinjau dari valuasi bisnis properti, harga IPO Dyandra juga mencerminkan diskon net to asset value (NAV) sebesar 32%-58%. "Kami menggunakan metode valuasi sum of part valuation dengan menghitung valuasi masing-masing bisnis kemudian disatukan," jelas Donny, Senin (19/2).

Dyandra memang memiliki empat bisnis terintegrasi yaitu penyelenggara acara atau event organizer (EO), konvensi, hotel dan pendukung acara atau supporting event. Valuasi seperti itu diharapkan mampu mengatrol daya tarik saham Dyandra di mata investor. Rencananya, penawaran awal atawa bookbuilding bakal berlangsung pada 19 Februari-5 Maret 2013.

Reza Nugraha, analis MNC Securities menilai, nilai jual Dyandra terbilang menarik bagi investor. Saat ini, industri EO nasional yang menjadi ladang utama Dyandra sedang tumbuh signifikan. "Karena bisnisnya terintegrasi, pendapatan Dyandra menjadi lebih terdiversifikasi meski masih didominasi EO," jelas Reza.

Kendati demikian, kata dia, likuiditas saham Dyandra di tahun pertama IPO kemungkinan tidak akan terlalu kencang. Investor akan lebih dulu mengambil langkah wait and see atas kinerja maupun aksi korporasi yang akan dilakukan Dyandra.

Hitungan Reza, pertumbuhan pendapatan Dyandra sekitar 15%-17% di tahun ini. Dari Dyandra, target pertumbuhan pendapatan di tahun ini sebesar 40% menjadi Rp 600 miliar dan pertumbuhan laba bersih sebesar 35%.

Editor: Rizki Caturini
Telah dibaca sebanyak 1735 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Ada ratusan produk, pilih mana?

    +

    Ada sekitar 850 produk reksadana beredar saat ini. Pilihlah yang sesuai dengan gaya investasimu

    Baca lebih detail..

  • Menimbang return reksdana dan investasi lain

    +

    Return reksadana memang ciamik sepanjang tahun ini. Tapi, belakangan muncul gejolak di pasar. Apakah lebih baik mengamankan aset di instrumen aman seperti deposito, atau emas yang harganya sekarang lebih murah?

    Baca lebih detail..