kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

Dua bank siap melantai di BEI


Selasa, 08 Januari 2013 / 06:25 WIB
Harga telur anjlok, pemerintah mulai siapkan subsidi pakan ternak. KONTAN/BAihaki/15/9/2021


Reporter: Amailia Putri Hasniawati | Editor: Avanty Nurdiana

JAKARTA. Perusahaan masih optimis memandang pasar saham. Itu terlihat dari minat untuk melantai di Bursa Efek Indonesia. Setidaknya ada dua perbankan yang berencana menawarkan saham perdana alias initial public offering (IPO) dalam waktu dekat.

Salah satunya adalah, PT Bank Nationalnobu yang berencana mencatatkan saham perdana. Bank milik Grup Lippo ini menawarkan 40% saham dari modal disetor dan ditempatkan penuh. "Mereka ingin meningkatkan modal menjadi lebih dari Rp 1 triliun" ujar Hoesen, Direktur Penilaian BEI, Senin (7/1). Sementara target IPO sebesar Rp 1 triliun.

Jika menilik laporan keuangan perseroan per September 2012, nilai modal inti bank yang dulunya bernama Bank Alfindo Sejahtera ini hanya Rp 252 miliar. Sementara nilai aset perseroan ini sekitar Rp 803,55 miliar.

Bank Nationalnobu selama sembilan bulan di 2012 telah menyalurkan kredit Rp 244,91 miliar. Perseroan ini lebih banyak menyimpan dananya di sertifikat Bank Indonesia (SBI) dengan nilai mencapai Rp 440,35 miliar. Dana pihak ketiga (DPK) perseroan ini sekitar Rp 544,56 miliar.

Kinerja perusahaan juga tak terlalu besar. Pendapatan bunga bersih Nationalnobu hanya Rp 14,84 miliar.Sedangkan laba bersih hanya Rp 2,17 miliar.
Nationalnobu telah menunjuk Ciptadana Secutities sebagai penjamin emisi pelaksana efek. Perusahaan ini akan menggunakan laporan keuangan Oktober 2012 sebagai dasar valuasi.

Bank lain yang berencana IPO adalah Bank Maspion. Awalnya, Bank Maspion menargetkan akan melakukan pencatatan saham perdana di bulan ini. Namun, rencana tersebut urung terjadi.

Hoesen bilang, perseroan menunda pencatatan. "Mereka ganti buku menjadi Desember 2012," tutur dia. Sebelumnya, perseroan menggunakan buku Juni 2012 untuk valuasi.

Bank Maspion juga berniat menjaring dana melalui IPO guna meningkatkan modal. Perseroan berniat melepas 11% setara dengan 380 juta saham. Bank Maspion menunjuk PT Makinta Securities sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×