kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.144   14,00   0,08%
  • IDX 7.676   175,76   2,34%
  • KOMPAS100 1.063   25,24   2,43%
  • LQ45 764   17,96   2,41%
  • ISSI 277   5,37   1,98%
  • IDX30 406   7,07   1,77%
  • IDXHIDIV20 492   5,61   1,15%
  • IDX80 119   2,81   2,42%
  • IDXV30 137   1,27   0,94%
  • IDXQ30 130   1,67   1,30%

Dollar AS tak prima


Senin, 11 April 2016 / 06:21 WIB


Reporter: Namira Daufina | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Penguatan rupiah berpeluang besar terjadi di awal pekan. Di pasar spot, Jumat (8/4) nilai tukar rupiah versus dollar Amerika Serikat terangkat 0,14% ke 13.143 dibandingkan hari sebelumnya. Sedangkan di kurs tengah Bank Indonesia, posisi rupiah melesat 0,21% ke 13.169.

Josua Pardede, Ekonom Bank Permata mengatakan, penguatan rupiah pekan lalu didukung cadangan devisa yang naik ke US$ 107 miliar. Sebagai mata uang Asia, rupiah juga terimbas penguatan yen. “Apalagi USD sedang tidak prima,” jelas Josua.

Ini menyusul konfirmasi FOMC Minutes terkait laju kenaikan suku bunga yang lebih lambat. Selanjutnya, pasar mengantisipasi pengumuman Fed Selasa (12/4) dini hari. Ditambah lagi, inflasi China Maret 2016 diprediksi tumbuh dari 2,3% menjadi 2,4% dan data indeks harga produsen diperkirakan membaik.

“Jika kedua data ini positif, sebagai mata uang Asia dan emerging market, rupiah mendapat amunisi tambahan,” papar Josua.

Namun waspadai koreksi teknikal rupiah karena aksi profit taking. Menurut Faisyal, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, kondisi internal yang sedang kondusif menjadi pendorong penguatan rupiah lanjutan.

"AS minim data pendukung hanya menanti pengumuman Fed, itu diprediksi belum memberikan sinyal hawkish,” jelas Faisyal. Ia menebak, pergerakan rupiah Senin (8/4) di 13.070–13.170 dan Josua di 13.100–13.225.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×