: WIB    --   
indikator  I  

Dollar AS kurang darah, Bursa Asia bergerak mix

Dollar AS kurang darah, Bursa Asia bergerak mix

JAKARTA. Bursa Asia masih bergerak bervariasi pada Senin jelang sore ini (20/3). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,42% pada pukul 14:13 WIB.

Bergerak senada dengan IHSG, ada Indeks Topix dan Nikkei 225 di Jepang yang ditutup dengan pelemahan 0,43% dan 0,35%. 

Kedua bursa di Negeri Sakura ini melanjutkan pelemahan sejak pekan lalu terpukul penguatan yen, lantaran negatif bagi korporasi Jepang yang bergantung pada ekspor. Dollar AS lesu akibat pasar kecewa dengan langkah pengetatan ekonomi bank sentral AS Federal Reserve yang tidak seagresif seperti diperkirakan. 

Indeks dollar AS melemah ke level 100,13, mendekati level terlemah dalam sebulan terakhir. Pasangan USD/JPY bergerak ke level 112,68. 

Indeks Kospi di Korea Selatan juga ditutup melemah 0,35%, terimbas aksi ambil untung. Pasangan USD/KRW ditutup di 1.120,1, ini merupakan level terkuat won sejak 20 Oktober lalu.  

Indeks S&P/ASX 200 di Australia melorot 0,36%. Menurut beberapa analis, saham-saham ritel di Australia merosot akibat perusahaan ritel online raksasa Amazon segera meluncurkan layanan di Negeri Kangguru.

Pasar yang mencatat kenaikan antara lain Shanghai Composite Index, yang ditutup menguat tipis 0,4% menjadi 3.250,81.

Bursa China berhasil membalik keadaan dan mengakhiri perdagangan dengan penguatan, didorong saham-saham sektor energi, yang menutup penurunan saham-saham properti yang melemah akibat aksi pengetatan pasar properti. Indeks Hang Seng di Hong Kong juga naik 0,56%. 

Menurut analis, investor di Asia tengah mencerna hasil pertemuan menteri keuangan negara besar G-20 akhir pekan lalu. Juga menunggu peremuan China Development Forum dalam dua hari ke depan. 

Menteri Keuangan G-20 kemarin menyepakati akan menentang aksi negara yang melakukan devaluasi kurs, yang bisa mengganggu pasar mata uang. Namun, pertemuan tersebut tak mencapai kesepakatan mengenai perdagangan bebas dan terbuka.   


SUMBER : CNBC,Reuters
Editor Sanny Cicilia

BURSA ASIA

Feedback   ↑ x
Close [X]