: WIB    —   
indikator  I  

DMAS mengejar pendapatan berulang

DMAS mengejar pendapatan berulang

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) memutar cara untuk memperkuat bisnisnya. Pengembang lahan industri ini ingin meningkatkan kontribusi pendapatan berulang (recurring income) terhadap total pendapatan perusahaan.

Tondy Suwanto, Direktur DMAS, mengatakan, pendapatan berulang ini akan berasal dari pengelolaan kawasan dan properti investasi. Misalnya saja, pengelolaan air bersih, pengelolaan air limbah, dan biaya pemeliharaan.

Ia optimistis, pendapatan dari segmen ini bakal meningkat lantaran jumlah tenant yang beroperasi di kawasan Kota Deltamas juga makin banyak. "Pada tahun ini saja sudah ada dua perusahaan otomotif berskala besar yang mulai beroperasi di kawasan industri Deltamas," kata Tondy di Jakarta, Senin (4/9).

Dua perusahaan otomotif itu ialah SAIC GM Wuling dan Mitsubishi. SAIC GM Wuling menempati 60 hektare (ha). Sementara Mitsubishi menempati lahan 51 ha. Keduanya telah membeli lahan tersebut di 2015 silam. Pabrik Mitsubishi sudah mulai beroperasi sejak April lalu, sedang Pabrik SAIC GM Wuling beroperasi sejak Juli 2017.

Karena itu, DMAS memperkirakan potensi recurring income pada akhir 2017 bisa naik menjadi 5% hingga 10% dari pendapatan. Angka ini diperkirakan terus meningkat hingga 25% dalam waktu lima tahun ke depan. Sebelumnya, kontribusi pendapatan berulang DMAS berkisar 6%. Hingga akhir tahun ini, DMAS membidik kenaikan pendapatan sebesar 10%.

DMAS juga telah membangun properti investasi seperti serviced apartment dan rental factoryServiced apartment Le Premier telah beroperasi sejak 2016 dengan kapasitas 126 unit yang kini telah tersewa sepenuhnya.

Tahun ini, DMAS membidik penjualan lahan industri sebesar 60 ha. Hingga Juni 2017, penjualan lahan industri di Kota Deltamas sudah mencapai 36 ha. Selain itu, masih ada potensi penjualan lahan industri sekitar 20 ha.

Sepanjang semester I 2017, pendapatan DMAS masih melorot 76,2% menjadi Rp 232 miliar. Ini karena DMAS belum memasukkan seluruh pencapaian penjualan lahan industri di semester satu.

Akhmad Nurcahyadi, Analis Samuel Sekuritas, dalam riset 7 Agustus lalu, mengatakan, meski pendapatan turun, margin DMAS tetap naik 2,2% menjadi 52%. DMAS juga memiliki posisi neraca tanpa utang. Menurut dia, bisnis lahan industri masih akan positif. Sehingga, Akhmad merekomendasikan buy DMAS dengan target harga Rp 300.

 


Reporter Elisabet Lisa Listiani Putri
Editor Dupla Kartini

KINERJA EMITEN

Feedback   ↑ x
Close [X]