: WIB    --   
indikator  I  

Di perdagangan Asia, harga minyak terpeleset

Di perdagangan Asia, harga minyak terpeleset

SINGAPURA. Harga minyak dunia melandai di transaksi perdagangan Asia pada Selasa (7/3). Data CNBC menunjukkan, pada pukul 10.42 waktu Singapura, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) turun 4 sen menjadi US$ 53,16 per barel.

Penurunan harga minyak terjadi setelah International Energy Agency (IEA) memprediksi produksi minyak serpih AS akan naik sekitar 1,4 juta barel per hari pada 2022.

Berdasarkan analisis market IEA yang dirilis kemarin, produksi minyak serpih AS akan naik meskipun harga minyak masih akan tetap di kisaran US$ 60 per barel.

Menurut IEA, kenaikan harga minyak menuju US$ 80 per barel dapat mendorong produksi minyak naik sebesar 3 juta barel per hari pada 2022.

Laporan tersebut juga menulis, permintaan minyak juga akan naik dalam lima tahun ke depan, melampaui level 100 juta barel per hari di 2019 dan menyentuh 104 juta barel per hari pada 2022, disokong naiknya permintaan emerging market.

Di sisi lain, kecemasan mengenai kenaikan produksi minyak serpih AS mengimbangi dampak atas pemangkasan produksi minyak OPEC dan sejumlah anggota non-OPEC lainnya.

Pada Senin kemarin, Rusia dan Irak mengatakan saat ini masih terlalu dini untuk mendiskusikan apakah pakta kesepakatan OPEC dan anggota non-OPEC akan terus diperpanjang melampaui Mei.

"Hal ini sangat tergantung pada harga minyak dan stabilitas market. Jika OPEC memutuskan untuk memangkas prodoksi, maka Irak akan ikut memangkas," jelas Menteri Perminyakan Iraq Jabbar Al-Luaibi.


SUMBER : CNBC

GEJOLAK HARGA MINYAK

Feedback   ↑ x