kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.694.000   -13.000   -0,76%
  • USD/IDR 16.401   5,00   0,03%
  • IDX 6.606   19,09   0,29%
  • KOMPAS100 964   -2,78   -0,29%
  • LQ45 747   -0,24   -0,03%
  • ISSI 206   0,68   0,33%
  • IDX30 388   0,44   0,11%
  • IDXHIDIV20 470   1,92   0,41%
  • IDX80 109   -0,32   -0,29%
  • IDXV30 114   -1,22   -1,06%
  • IDXQ30 127   0,06   0,05%

Di bursa AS, sektor energi terpuruk paling dalam


Selasa, 08 Desember 2015 / 05:44 WIB
Di bursa AS, sektor energi terpuruk paling dalam


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

NEW YORK. Bursa AS berakhir di zona merah pada transaksi Senin (8/12). Mengutip data Bloomberg, pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor's 500 turun 0,7% menjadi 2.077,07. Bahkan, pada transaksi sebelumnya, indeks acuan Negeri Paman Sam ini sempat melorot hingga 1,2%.

Adapun indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,7% menjadi 17.730,51. Sedangkan indeks Nasdaq Composite turun 0,8%. Volume transaksi tadi malam melibatkan sekitar 7,4 miliar saham. Jumlah tersebut 4,8% di atas volume transaksi rata-rata tiga bulanan.

Pergerakan sejumlah saham yang turut mempengaruhi bursa AS antara lain: Chevron Corp dan Exxon Mobil Corp yang turun lebih dari 2,6%. Sementara, saham Keurig Green Mountain Inc meroket 72% setelah setuju untuk diakuisisi oleh JAB Holding Co senilai US$ 13,9 miliar dalam bentuk tunai.

Saham-saham maskapai penerbangan mengalami reli di tengah penurunan harga minyak dunia.

"Pasar saham pada dasarnya bergerak naik turun tahun ini seiring data ekonomi yang lemah, khususnya jika berkaitan dengan kondisi global. Seiring dengan dimulainya rencana kenaikan suku bunga the Fed. Kita menghadapi perlambatan pertumbuhan ekonomi, yang akan menjadi tantangan tersendiri bagi market," urai Kevin Caron, market strategist and portfolio manager Stifel Nicolaus & Co di Florham Park, New Jersey.

Sekadar tambahan informasi, harga minyak dunia masih terus tertekan setelah anjlok 2,8% pada Jumat (4/12) lalu. Tadi malam, harga kontrak minyak WTI turun 5,8% menjadi US$ 37,65 sebarel atau merupakan level terendah sejak Februari 2009 silam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Finance for Non Finance Entering the Realm of Private Equity

[X]
×