: WIB    —   
indikator  I  

Dana IPO GMF untuk ekspansi organik dan anorganik

Dana IPO GMF untuk ekspansi organik dan anorganik

KONTAN.CO.ID - PT Garuda Maintenance Facility (GMF) dalam waktu dekat akan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) ini, menawarkan 10,89 miliar lembar saham atau mewakili sebanyak-banyaknya 30% dari saham ditempatkan dan disetor.

Jika sesuai perkiraan, GMF akan memperoleh surat efektif dari OJK pada 28 September 2017. Masa penawaran umum akan dilakukan pada 2-4 Oktober 2017. Pencatatan saham sendiri rencananya akan dilakukan 10 September 2017.

Berdasarkan paparan publik yang dilakukan senin (11/9), GMF akan melakukan initial public offering (IPO) dan menawarkan sahamnya di harga Rp 390-Rp 510 per saham dengan valuasi PER 14,5-18,9 kali. Adapun dana yang diincar lewat aksi ini adalah sejumlah US$ 200 juta-250 juta.

Direktur Utama GMF Iwan Joeniarto bilang, dana IPO ini sepenuhnya digunakan untuk keperluan GMF. Dengan demikian, artinya tak ada porsi untuk perusahaan induk PT Garuda Indonesia Tbk dari dana IPO yang akan diselenggarakan GMF.

"Penggunaan dana IPO ini murni akan digunakan oleh GMF sendiri," ujar Iwan saat ditemui di Jakarta.

Lebih rinci Iwan menjelaskan, sebanyak 60% dana IPO akan digunakan untuk investasi dan ekspansi, baik ekspansi organik maupun anorganik. Sebanyak 25% lainnya digunakan untuk modal kerja dan operasional perusahaan. Sedangkan 15% sisanya digunakan untuk refinancing hutang perusahaan.

Porsi ekspansi memang dominan dalam perolehan dana IPO. GMF dalam hal ini berencana meningkatkan kapasitas dan kapabilitas. Perusahaan yang bergerak dalam bisnis MRO ini berencana meningkatkan kapasitas di tiap segmen produk melalui perbaikan proses bisnis perbaruan teknologi dan skill sumber daya manusia.

Selain itu, GMF juga akan mengembangkan kapabilitas dengan membuat berbagai servis baru, sehingga varian jasa untuk kostumer kian bertambah. "Fokus kami juga meningkatkan kapasitas dan kapabilitas di line maintenance, dan repair serta overhaul," tambah Iwan.

GMF juga punya rencana mengembangkan inorganik, dimana perusahaan ingin merambah pasar global. Master plan pun sudah disiapkan untuk mengembangkan kapasitas di luar negeri. Adapun upaya untuk mewujudkan ekspansi ini adalah dengan melakukan joint operation atau joint venture baik dengan MRO kelas dunia, pabrikan pembuat pesawat ataupun MRO lokal.

Sebagai informasi, pendapatan GMF di semester I 2017 mencapai US$ 202 juta. Targetnya, di akhir tahun ini total revenue perusahaan mencapai US$ 424 juta. Adapun target laba sebesar US$ 58,3 juta


Reporter Nisa Dwiresya Putri
Editor Barratut Taqiyyah Rafie

INITIAL PUBLIC OFFERING (IPO)

Feedback   ↑ x
Close [X]