: WIB    —   
indikator  I  

Cuan reksadana dollar masih mekar

Cuan reksadana dollar masih mekar

JAKARTA. Produk reksadana berdenominasi dollar Amerika Serikat (AS) menunjukkan kinerja positif sepanjang Januari 2017. Para pelaku pasar yakin prospek kinerja reksadana dollar hingga akhir tahun ini bisa lebih baik dibandingkan tahun lalu.

Merujuk data Infovesta Utama, per 8 Februari 2017, secara year to date (ytd), produk reksadana dollar AS mampu memberikan imbal hasil positif. Pencetak imbal hasil tertinggi adalah Cipta Obligasi Dollar dengan imbal hasil 5,4%. Disusul Aberdeen Syariah Asia Pacific Equity USD Fund dengan imbal hasil 4,7% dan Eastspring Syariah Equity Islamic Asia Pacific USD dengan imbal hasil 4,2%.

Wawan Hendrayana, Senior Research & Investment Analyst Infovesta Utama, memprediksi, kinerja reksadana berdenominasi dollar AS tahun ini akan lebih baik ketimbang tahun 2016. Katalis positif datang dari euforia kebijakan Trump.

Kebijakan Trump bakal menggenjot pertumbuhan ekonomi AS. Pertumbuhan ekonomi AS diperkirakan membaik sehingga secara umum dollar AS juga akan menguat terhadap rupiah. Bagi investor reksadana dollar AS yang berencana memindahkannya ke rupiah, ada potensi return bagus dan mendapatkan keuntungan dari kurs, papar Wawan.

Wawan memprediksi, reksadana saham berdenominasi dollar akan mencetak return tertinggi ketimbang reksadana dollar lainnya. Sepanjang 2017, ia memprediksi reksadana saham berdenominasi dollar akan mencetak imbal hasil sebesar 6%-7%.

Sedangkan reksadana campuran berdenominasi dollar bisa mencetak return 3%-5%. Adapun reksadana pendapatan tetap berdenominasi dollar retur-nya diperkirakan 3%-4% dan reksadana pasar uang berdenominasi dollar 1%-2%.

Bunga The Fed

Rudiyanto, Direktur Panin Asset Management, melihat, prospek reksadana berbasis dollar tahun ini akan moncer dengan adanya risiko kenaikan suku bunga The Fed. Kurs dollar tahun ini diperkirakan antara Rp 13.500 sampai Rp 13.700, kata dia.

Salah satu produk Panin Asset Management, yakni Panin Dana US Dollar, menempatkan sebagian besar dana kelolannya di obligasi dollar.Mengacu fund fact sheet per Desember 2016, reksadana ini mengoleksi obligasi dollar sebesar 65,88%, saham 18,80% dan sisanya cash dan pasar uang 15,32%.

Kenaikan saham pada awal tahun ini cukup berkontribusi terhadap kenaikan kinerja reksadana, di samping ada kenaikan harga obligasi, ujar Rudiyanto. Produk reksadana tersebut menargetkan imbal hasil 4%-5% tahun ini.

Tandy Cahyadi, Head Of Business Development Majoris Asset Management, juga menilai prospek reksadana dollar cukup bagus tahun ini. Agar Majoris USD Balance Indonesia bisa memberikan imbal hasil optimal, Majoris menerapkan strategi investasi dengan mengalokasikan aset yang dinamis antara saham dan obligasi.

Mengacu fund fact sheet per Januari 2017, produk Majoris mengisi 21,95% portofolio dengan saham. Lalu 69% ditempatkan di SUN atau obligasi korporasi dan sisanya di pasar uang atau deposito Bergantung pada kondisi ekonomi dan valuasi masing-masing instrumen, kami akan melakukan pembobotan untuk mencapai tujuan investasi secara optimal, ucap Tandy.

Majoris USD Balance Indonesia menargetkan return 5%-9% tahun ini. Majoris berharap perbedaan imbal hasil antara obligasi Indonesia dengan negara lain dapat mendongkrak kinerja produk reksadana dollar ini.

 


Reporter Umi Kulsum
Editor Barratut Taqiyyah

INVESTASI REKSADANA

Feedback   ↑ x
Close [X]