kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Bursa Asia stagnan antisipasi hasil FOMC

Rabu, 21 Maret 2018 / 08:40 WIB

Bursa Asia stagnan antisipasi hasil FOMC
ILUSTRASI. Bursa Asia

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Bursa Asia dibuka hampir stagnan pada perdagangan Rabu (21/3). Pelaku pasar memilih wait and see mengantisipasi pertemuan dua hari pejabat FOMC yang membahas suku bunga dan kebijakan moneter.

Mengutip Reuters, Rabu pukul 08.10 WIB, indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang, hampir tidak beranjak setelah empat hari berturut-turut melorot.

Sementara, indeks Australia S&P/ASX 200 dibuka naik tipis 0,06%, dan Kospi menguat 0,20%. Adapun, indeks Nikkei N225 ditutup untuk liburan domestik.

Investor berhati-hati masuk ke pasar keuangan, karena menunggu pernyataan dari The Federal Reserves terkait peluang kenaikan suku bunga pada tahun ini. Di sisi lain, mata uang negara pengekspor diguncang oleh ketakutan terhadap perang dagang.

Saham global reli pada tahun lalu, namun tahun ini dimulai dengan tren yang melemah, karena kombinasi risiko kenaikan suku bunga yang lebih cepat di Amerika Serikat dan kekhawatiran terhadap proteksionisme.

"Pecahnya tren bullish mulai terlihat. Ancaman perang dagang kembali ke puncak risiko, diikuti oleh inflasi dan perlambatan pertumbuhan global," kata Michael Hartnett, kepala strategi investasi di BofAML, seperti dilansir Reuters, Rabu.

"Investor belum bertindak dalam ketakutan ini. Tingkat bunga dan laporan pendapatan menjaga pergerakan bullish," lanjutnya.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump diperkirakan akan mengumumkan bea masuk barang China ingga US$ 60 juta pada Jumat. Langkah tersebut dilakukan setelah Trump memberlakukan tarif impor baja dan aluminium awal bulan ini.

Investor khawatir tindakan Trump bisa meningkat menjadi perang dagang total jika China dan negara-negara lain melakukan tindakan balasan atau tindakan yang lebih keras, yang mengancam pertumbuhan global.

"Risiko akan tampak bahwa sentimen yang memburuk terhadap pasar China dapat membuat dollar Australia terekspos, mengingat kurangnya dukungan imbal hasil," kata Hartnett. Sebagai gambaran, yield AS cenderung naik di atas Australia pada pekan ini.

Dari pasar komoditas, harga minyak mentah menguat. Investor waspada terhadap meningkatnya pasokan minyak mentah, meskipun ketegangan antara Arab Saudi dan Iran memberikan beberapa dukungan.


Reporter: Dupla Kartini
Editor: Dupla Kartini

BURSA ASIA

Komentar
TERBARU

KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0011 || diagnostic_api_kanan = 0.0512 || diagnostic_web = 0.2138

Close [X]
×