kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.614.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

BUMN hanya pilih dua anak usaha untuk IPO


Selasa, 24 Januari 2012 / 16:34 WIB
ILUSTRASI. Laporan Keuangan MANDIRI TUNAS FINANCE FEBRUARI 2021 Kilas korporasi Online


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kemungkinan hanya akan melakukan empat penawaran saham perdana alias initial public offering (IPO) di 2012 ini. Hal ini terjadi karena BUMN hanya akan memilih dua anak usaha BUMN yang sudah siap untuk dilepas.

"Dari anak usaha itu, kami pilih dua yang paling siap," kata Deputi Bidang Restrukturisasi dan Privatisasi Kementerian BUMN Achiran Pandu saat ditemui di Jakarta, Selasa (24/1). Lebih lanjut Pandu bilang, untuk dua BUMN yang akan IPO tahun ini, tampaknya akan benar-benar terealisasi.

Sebenarnya, ada beberapa anak usaha BUMN yang berniat melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun ini. Dalam catatan KONTAN, paling tidak ada lima anak usaha dari perusahaan BUMN yang menyatakan siap go public di 2012.

Mereka adalah PT Pertamina Geothermal dan PT Pertamina Drilling Services Indonesia yang merupakan anak usaha PT Pertamina, Garuda Maintenance Facility yang adalah anak usaha PT Garuda Indonesia tbk, PT Krakatau Wajatama yang merupakan anak usaha PT Krakatau Steel Tbk, dan anak usaha PLN yaitu PT PLN Einjenering.

"Yang Pertamina Geothermal dan Drilling Services itu bagus. Sepertinya jadinya tahun ini mereka yang lebih dulu IPO," pungkas Pandu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×