TARGET KINERJA SMMT
Banting setir, SMMT targetkan pendapatan naik 10%
Oleh Dyah Ayu Kusumaningtyas - Kamis, 13 September 2012 | 16:16 WIB
JAKARTA. Setelah mengubah bisnis inti ke pertambangan batubara, PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) menargetkan kenaikan pendapatan sebesar 10% pada akhir tahun ini. Sekadar informasi, pendapatan SMMT pada akhir tahun lalu adalah Rp 28,4 miliar.
Direktur Utama SMMT Hendra Surya menuturkan, pihaknya masih menata usaha di sektor yang baru ini. "Untuk tahun ini, pendapatan kami baru berasal dari akuisisi PT International Prima Coal (IPC), tambang batubara di Kalimantan Timur," jelas Hendra, Kamis (13/9).
Dia melanjutkan, karena proporsi kepemilikan saham SMMT kepada IPC hanya 38%, maka pendapatannya masih belum terlalu besar. Untuk tambang batubara di IPC, sudah berproduksi lebih dari 580 ribu ton sampai bulan Agustus lalu.
"Kami optimistis produksi batubara IPC bisa mencapai 1 juta ton sampai akhir tahun, " kata Hendra. Batubara produksi IPC memiliki kadar kalori 4.500 gar-5.300 gar, dengan asumsi harga batubara US$ 41-US$ 42 per ton.
Sekadar mengingatkan, pada Agustus lalu, SMMT resmi berubah haluan ke bisnis pertambangan batubara dari sebelumnya sektor restoran dan hiburan.
- Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
- Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
- Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
- KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.
