INVESTASI
Berita
Apa alasan MNC Grup melepas hak siar Piala Dunia?

HAK SIAR PIALA DUNIA

Apa alasan MNC Grup melepas hak siar Piala Dunia?


Telah dibaca sebanyak 3491 kali
Apa alasan MNC Grup melepas hak siar Piala Dunia?

JAKARTA. MNC Grup mengaku tak merasa rugi meski gagal memperoleh hak siar pertandingan Piala Dunia 2014. Hary Tanoesoedibjo, CEO MNC Grup menilai pihaknya memiliki batasan untuk penawaran tender.

"Piala Dunia akan rugi karena harga tender siarnya terlalu besar. Kalau harganya sudah melebihi limit, lebih baik tidak kita ambil," ujar Hary, Senin (9/7).

Secara terpisah Direktur Utama PT MNC Sky Vision Rudy Tanoesoedibjo mengungkapkan perseroan tidak khawatir pelanggan akan menyusut lantaran hak siar ekslusif untuk pertandingan olah raga tertentu.

"Kalau sesuatu terlalu mahal sehingga di atas kepantasan harga, ya kami tinggal. Khusus untuk TV berbayar, kenaikan pelanggan karena satu event saja bukan sesuatu yang sehat," jelas Rudy.

Direktur Keuangan MNC Sky Vision Effendi Budiman menambahkan, saat ini fokus MNC Sky Vision adalah di saluran pendidikan, anak-anak, dan wanita. "Kami juga menargetkan memiliki saluran olahraga bagus, tapi kami tidak akan jor-joran," tukasnya.

Editor: Barratut Taqiyyah
Telah dibaca sebanyak 3491 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Simak sektor mana saja yang prospektif!

    +

    Sejak awal tahun hingga 22 September 2014, saham-saham sektor perbankan memberikan return terbesar.

    Baca lebih detail..

  • Meramal gerak IHSG setelah rekor

    +

    Analis berbeda pendapat soal prospek kinerja IHSG ke depannya.

    Baca lebih detail..