HARGA MINYAK
Anjlok dalam, komoditas minyak kembali diburu
Oleh Barratut Taqiyyah, Bloomberg - Jumat, 21 September 2012 | 10:34 WIB
SYDNEY. Spekulasi bahwa harga minyak sudah tergerus dalam mendorong aksi beli investor terhadap komoditas ini. Alhasil, harga minyak di New York mencatatkan kenaikan.
Pagi tadi, harga kontrak minyak untuk pengantaran November naik sebesar 81 sen menjadi US$ 93,23 per barel di New York Mercantile Exchange. Pada pukul 11.55 waktu Sydney, kontrak yang sama berada di level US$ 93,02 per barel.
Kemarin (20/9), harga minyak juga mencatatkan kenaikan sebesar 12 sen menjadi US$ 92,42 per barel. Namun jika dihitung, harga minyak sudah tergerus hingga 6,4% pada pekan ini, yang merupakan penurunan mingguan terbesar sejak 1 Juni lalu.
"Jika Anda melihat adanya penurunan yang tidak terduga seperti itu, Anda dapat melihat bakal terjadi kenakan sekitar US$ 10 dari level tertinggi dan level terendahnya. Itu sebabnya, para buyer kembali membeli emas," papar Phil Flynn, senior market analyst Price Futures Group di Chicago.
Sementara itu, harga kontrak minyak jenis Brent untuk pengantaran November naik 53 sen menjadi US$ 110,56 per barel di ICE Futures Europe Exchnage.
- Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
- Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
- Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
- KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.
