kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Analis: Efisiensi jadi kunci pertumbuhan INCO

Rabu, 11 Januari 2017 / 17:28 WIB

Analis: Efisiensi jadi kunci pertumbuhan INCO

JAKARTA. Bagi saham-saham emiten yang berbasis komoditas, revenue perusahaan sangat tergantung pada sentimen harga jual produk. Sehingga terkadang volatilitas harga komoditas juga mempengaruhi kinerja emiten secara keseluruhan.

Seperti yang terjadi pada PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Kinerja emiten ini sangat tergantung dengan harga jual nikel global sebagai parameter pendapatan perusahaan. Namun analis meyakini, ada satu kunci lagi yang membuat saham INCO masih bisa tumbuh pada tahun ini. Yaitu, efisiensi.

Analis NH Korindo Raphon Prima mengatakan, INCO merupakan salah satu emiten yang konsisten mengurangi beban operasional perusahaan serta meningkatkan marjin. Namun memang perusahaan masih bergantung dari harga jual nikel global untuk membuat kinerja emiten untuk tumbuh.

”INCO merupakan salah satu emiten yang konsisten menekan biaya produksi,” katanya dalam riset.

Dia mengatakan, untuk meredam faktor dari eksternal, INCO fokus meningkatan marjin dengan mengurangi biaya. Dengan cara pergantian penggunaan high sulfur oil fuel (HSFO) dengan batu bara, sehingga sejak tahun 2012 COGS perusahaan terus berkurang. Namun efisiensi ini masih sulit untuk mendorong pertumbuhan perusahaan, jika rata-rata harga jual nikel masih rendah seperti pada kuartal I tahun 2016.

Sebagai informasi, sejak kuartal II tahun lalu, harga nikel mulai mengalami tren peningkatan. Analis juga masih memprediksi tren itu akan berlanjut hingga tahun ini.

Dibuktikan dari data Bloomberg, harga nikel dalam kontrak London Metal Exchange (LME) per tiga bulan harga nikel sudah terbang 7,11% menjadi US$ 10.615 per metrik ton dari awal tahun US$ 9.910 per metrik ton.

Raphon memprediksi, rata-rata harga jual (ASP) nikel INCO pada tahun ini bisa mencapai 81% dari harga jual nikel diglobal atau mencapai US$ 11.000 per metrik ton, dibanding tahun lalu hanya 73%-74% dari harga nikel global. Sehingga pada tahun perusahaan mulai akan mengalami pertumbuhan, walaupun pada kuartal III tahun lalu, pendapatan dan laba perusahaan masih tercatat menurun.

”Rata-rata harga jual nikel INCO sudah meningkat dari kuartal II. Begitu pula pada tahun ini, trennya masih meningkat,” katanya.

Dia memprediksi, pendapatan perusahaan dapat tumbuh 27,1% menjadi US$ 744 juta dari estimasi pendapatan tahun 2016 sebesar US$ 585 juta. Begitu pula dengan bottom line perusahaan yang akan meningkat menjadi US$ 53 juta dari estimasi tahun lalu US$ 35 juta.


Reporter: Emir Yanwardhana
Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

EMITEN

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0008 || diagnostic_api_kanan = 1.0656 || diagnostic_web = 1.2418

Close [X]
×