PASAR OBLIGASI
Ajang spekulasi, SUN tenor panjang bergejolak
Oleh Dyah Ayu Kusumaningtyas - Rabu, 11 Juli 2012 | 11:46 WIB
JAKARTA. Pasar obligasi masih dibanjiri tren trading jangka pendek, terutama untuk Surat Utang Negara (SUN) bertenor panjang. Pergerakan harga SUN jangka panjang hari ini cukup bergejolak dengan tingkat fluktuasi yang tinggi.
Hari ini (11/7) pukul 10.15 WIB, harga FR0058 bertenor 20 tahun sempat naik ke posisi 116,62 dari 116,3 di penutupan kemarin. Tidak lama kemudian pada pukul 10.50 WIB harga FR0058 sudah turun lagi ke 116,25. Begitu juga dengan seri FR0061 bertenor 5 tahun, walaupun gerakannya tidak setajam yang bertenor panjang.
Analis NC Securities, I Made Adi Saputra memperhatikan, sempat naiknya harga obligasi dan turunnya yield karena tergiring penurunan yield obligasi Spanyol. Pada 9 Juli lalu yield obligasi Spanyol menyentuh 7,06% namun kini turun ke posisi 6,8%.
"Sentimen tersebut dijadikan ajang spekulasi oleh investor untuk trading jangka pendek. Jika dirasa harga sudah naik cukup banyak, maka investor akan cepat ambil aksi profit taking," kata I Made, kepada KONTAN, Rabu (11/7).
Dalam aksinya mengambil untung tersebut, investor banyak berspekulasi di tenor jangka panjang seperti FR0058. Maka itu, ia memprediksi harga FR0058 ke depannya bakal turun kembali. "Potensi penurunan harga FR0058 bisa ke posisi 105,00 lagi," lanjutnya.
Pada penutupan kemarin (10/7), Indeks Inter Dealer Market Association (IDMA) terkoreksi tipis ke level l107,26 dari 107,38 di hari sebelumnya.
- Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
- Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
- Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
- KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.
