: WIB    —   
indikator  I  

Agung Podomoro terimbas sentimen pencabutan HGB pulau reklamasi

Agung Podomoro terimbas sentimen pencabutan HGB pulau reklamasi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemprov DKI meminta Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk mencabut Hak Guna Bangunan (HGB) Pulau Reklamasi di Pulau C, D, dan G. Analis menilai sentimen ini dapat mempengaruhi pergerakan saham PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN). Pasalnya, perusahaan afilasinya, PT Muara Wisesa Samudra (MWS) adalah pengembang di Pulau G.

Secara umum, Kepala Riset Paramitra Alfa Sekuritas Kevin Juido melihat sentimen ini memang turut mempengaruhi harga saham APLN. Sebagai pengembang tentunya APLN telah menanamkan investasi di proyek reklamasi tersebut. "Nanti juga ada potensi penjualan disana, ketika hak nya ditahan, itu akan merugikan dia punya proyeksi," ujar Kevin, Rabu (10/1).

Karena itu, menurut Kevin sangat wajar jika pelaku pasar cut loss atau tidak mau masuk ke saham APLN untuk sementara waktu. Namun, selain sentimen ini, Kevin juga melihat adanya potensi profit taking di saham APLN yang menyebabkan harganya sempat terkoreksi.

Sebagaimana diketahui, harga saham APLN sempat menyentuh harga Rp 234 per saham pada perdagangan Jumat (5/1). Di minggu ini, harga saham APLN sempat turun ke harga Rp 222 per saham, pada perdagangan Rabu (10/1).

Selain itu, Kevin juga melihat adanya potensi pengaruh ke arus kas operasional perusahaan. "Ketika dia mendanai, pendanaan ke proyek reklamasi itu ada investasi, tapi tidak ada return. Itu mempengaruhi arus kas operasi dan pendanaanya juga," jelas Kevin.

Adapun per September 2017, arus kas (cash flow) APLN memang masih tercatat minus sebesar Rp 659,25 miliar. Penjualan di periode yang sama tercatat sebesar Rp 5,46 triliun, dengan laba bersih sebesar Rp 541,08 miliar.

Kevin menambahkan, meski aka nada sentimen negatif dari isu reklamasi, APLN masih bisa memanfaatkan peluang dari proyek lainnya. Menurutnya APLN masih bisa meraup keuntungan dari proyek lain seperti penjualan komplek hunian rumah seperti apartemen dan reccuring income dari sewa hotel dan pusat perbelanjaan.

Saat ini, Kevin mencatat APLN memiliki P/E 6,3. Untuk short term, ia merekomendasikan buy on weakness saham APLN di area Rp 214-Rp 222 per saham, dengan target resistance di Rp 242 per saham. "Untuk short term saja, karena masih terpengaruh sentimen," ujar Kevin.


Reporter Nisa Dwiresya Putri
Editor Wahyu Rahmawati

EMITEN

Feedback   ↑ x
Close [X]